Penampakan Lumpur Tercecer di Jalan Akibat Aktivitas Mobil Proyek SR di Padangsidimpuan
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Aktivitas mobil pengangkut material pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Padangsidimpuan menyebabkan ruas Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dipenuhi lumpur.
Kondisi tersebut terjadi karena area proyek pembangunan Sekolah Rakyat masih berlumpur.
Akibatnya, setiap truk pengangkut material yang keluar dari lokasi proyek membawa tanah dan lumpur yang kemudian tercecer hingga ke badan jalan.
Situasi ini membuat kondisi jalan tampak kotor, licin, dan berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Jalan Dipenuhi Lumpur dari Truk Proyek
Pantauan di lapangan, Jumat (13/03/2026), menunjukkan badan Jalan Perintis Kemerdekaan terlihat dipenuhi lumpur yang terbawa kendaraan proyek yang keluar masuk dari lokasi pembangunan.
Lumpur yang tercecer di badan jalan membuat permukaan aspal menjadi licin, terutama ketika kendaraan proyek melintas setelah hujan atau saat kondisi tanah di dalam area proyek masih basah.
Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan bagi pengendara sepeda motor yang melintas.
Sejumlah warga sekitar mengatakan lumpur dari lokasi proyek hampir setiap hari terbawa ke jalan raya, terutama saat truk pengangkut material keluar membawa tanah dan bahan bangunan.
Siang Hari Berubah Menjadi Debu
Permasalahan tidak hanya terjadi ketika kondisi jalan basah. Saat cuaca panas, lumpur yang mengering di badan jalan berubah menjadi debu dan beterbangan akibat kendaraan yang melintas.
Debu yang berterbangan tersebut kerap mengenai pengendara maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Kondisi ini dinilai sangat mengganggu, terutama bagi warga yang beraktivitas di sepanjang jalan tersebut.
Warga berharap ada langkah penanganan yang lebih maksimal agar kondisi jalan tidak terus menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
Pedagang Takjil Ikut Terdampak
Menjelang sore hari, dampak debu semakin dirasakan oleh para pedagang takjil yang berjualan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.
Debu yang beterbangan dari jalan kerap masuk ke area dagangan mereka sehingga mengganggu aktivitas jual beli, terlebih saat bulan Ramadan ketika banyak masyarakat membeli takjil untuk berbuka puasa.
Para pedagang berharap pihak pelaksana proyek dapat segera mengambil langkah penanganan, seperti melakukan penyiraman jalan secara rutin atau membersihkan lumpur yang tercecer agar tidak berubah menjadi debu saat cuaca panas.
Pihak Proyek Klaim Rutin Membersihkan Jalan
Sementara itu, pihak pelaksana proyek pembangunan Sekolah Rakyat menyebutkan bahwa pembersihan jalan sebenarnya telah dilakukan secara rutin setiap hari.
Ilham Syaputra, mengatakan pihaknya memiliki jadwal khusus untuk membersihkan jalan apabila terlihat kotor akibat aktivitas kendaraan proyek.
“Setiap hari dibersihkan, Pak. Ada jadwal pembersihannya. Setiap jalan kotor, kita langsung bersihkan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler.
Namun demikian, sejumlah warga menilai upaya pembersihan tersebut belum maksimal karena debu dan kotoran jalan masih sering mengganggu aktivitas masyarakat.
“Nyatanya kalau siang hari dan sore, abu jalanan masih sangat mengganggu,” ujar salah seorang warga sekitar.
(Baginda Ali Siregar)


Comments