Kapolres Tapsel Pimpin Operasi Sarang Narkoba di Angkola Barat, 2 Pria Berikut Sabu 8,48 Gram Diamankan
ANGKOLA BARAT
suluhsumatera : Komitmen Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan melalui Operasi Sarang Narkoba (OSN) dipimpin langsung Kapolres Tapsel, AKBP. Anton Santoso di Desa Sisundung, Kec. Angkola Barat, Sabtu (17/10/2026) sore.
Operasi gabungan tersebut melibatkan personel Satresnarkoba Polres Tapsel bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan.
Kegiatan itu turut dipimpin Kasat Resnarkoba AKP. Philip Antonio Purba bersama Kepala BNNK Tapsel, Basten Simamora.
Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua pria berinisial ANB, 37 warga Sitinjak, Kec. Angkola Barat, dan MB, 46 warga Sibangkua, Kec. Angkola Barat.
Pondok di Kebun Salak Diduga Jadi Lokasi Transaksi Narkoba
Kapolres Tapsel menjelaskan, sasaran operasi adalah sebuah pondok di kebun salak milik warga yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi sekaligus penyalahgunaan narkotika.
"Operasi Sarang Narkoba ini kami laksanakan sebagai bagian dari upaya menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," ujar AKBP. Anton Santoso.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua bungkus plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,48 gram.
Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa timbangan elektrik, plastik klip kosong, dua mancis, pipet yang diduga digunakan sebagai sendok sabu, serta beberapa unit telepon genggam.
Komitmen Berkelanjutan Berantas Peredaran Narkoba
AKBP. Anton menegaskan bahwa Operasi Sarang Narkoba bukan sekadar penindakan sesaat, melainkan bagian dari langkah berkelanjutan Polres Tapsel dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukumnya.
"Kami tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba di Tapanuli Selatan. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Menurutnya, pemberantasan narkoba menjadi prioritas karena dampaknya sangat merusak kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.
Keluarga Sempat Halangi Kendaraan Petugas
Proses pengamanan sempat diwarnai ketegangan ketika keluarga salah satu tersangka berusaha menghalangi kendaraan petugas yang akan membawa orang yang diamankan dari lokasi.
Meski demikian, situasi berhasil dikendalikan secara profesional tanpa mengabaikan keselamatan personel maupun masyarakat.
Kapolres mengingatkan seluruh pihak agar menghormati proses penegakan hukum dan tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat tugas aparat.
"Setiap situasi di lapangan harus ditangani secara terukur, tanpa mengabaikan keselamatan personel maupun masyarakat. Kami mengimbau semua pihak untuk tidak menghalangi proses penegakan hukum dan menyerahkan penanganan perkara sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Satu Tersangka Diproses Polisi, Satu Diserahkan ke BNNK
Usai operasi, ANB bersama seluruh barang bukti dibawa ke Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.
Sementara itu, MB menjalani tes urine dengan hasil positif mengandung methamphetamine. Selanjutnya, yang bersangkutan diserahkan kepada BNNK Tapanuli Selatan guna menjalani penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres menjelaskan bahwa penanganan narkotika harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui penegakan hukum terhadap pelaku peredaran, tetapi juga melalui upaya rehabilitasi dan pembinaan bagi pengguna.
Kapolres Ajak Masyarakat Berani Melapor
AKBP. Anton menekankan, keberhasilan perang melawan narkoba membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari Polri, BNNK, pemerintah daerah hingga masyarakat.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya narkoba, karena perang melawan narkoba membutuhkan keberanian untuk bertindak dan kepedulian masyarakat untuk ikut menjaga lingkungannya," pungkas AKBP. Anton Santoso.
(BAS)

Comments