--> Seluruh Pabrik Kelapa Sawit Di Labusel Tetap Beroperasi, Pemkab Imbau Warga Tidak Sebarkan Hoaks | suluh sumatera

Seluruh Pabrik Kelapa Sawit Di Labusel Tetap Beroperasi, Pemkab Imbau Warga Tidak Sebarkan Hoaks

Bagikan:

Seluruh Pabrik Kelapa Sawit Di Labusel Tetap Beroperasi, Pemkab Imbau Warga Tidak Sebarkan Hoaks


KOTAPINANG

suluhsumatera : Seluruh Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Kab. Labusel masih beroperasi dan tetap berproduksi seperti biasa.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Kominfo Labusel, M. Irsan kepada wartawan, Selasa (31/03/2020), menyikapi banyaknya informasi hoaks yang beredar menyebut sejumlah PMKS di Kab. Labusel akan berhenti beroperasi terdampak wabah Covid-19.

Menurutnya, informasi hoaks tersebut telah menyulut keresahan sejumlah masyarakat, yang umumnya petani kelapa sawit. Dia pun mengimbau para petani untuk tenang dan tidak termakan isu hoaks yang banyak berseliweran di media sosial.

"Informasi tersebut hoaks dan tidak benar. Masyarakat diimbau tetap tenang," ungkapnya.

Dijelaskan, sehubungan dengan beredarnya isu tersebut, Pemkab telah melakukan monitoring ke sejumlah PMKS, khususnya yang menerima pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pihak ketiga (masyarakat) diantaranya, Wilmar Group, Asian Agri, PT. ABM, PT. KMSA, dan PT. GSL.

Menurutnya, dalam monitoring itu pihak perusahaan menyatakan masih tetap beroperasi normal seperti biasa.

Dia pun berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan informasi-informasi yang belum diyakini kebenarannya. Menurutnya, masyarakat juga diharapkan tidak menyebarluaskan informasi yang belum tentu benar.

Sementara itu Humas PMKS PT. Nubika Jaya, Sofyan mengatakan, hingga kini perushaan tempatnya bekerja tetap beroperasi normal seperti biasa. Menurutnya, pada Senin (30/03/2020) kemarin, mereka masih membeli TBS kelapa sawit masyarakat hingga 1.000 ton. 

"Pada hari minggu TBS kelapa sawit masyarakat yang kami beli 800 ton lebih. Hingga kini PMKS PT. Nubika Jaya tetap beroperasi normal, meskipun sedang gencar-gencarnya isu virus Corona," pungkasnya. (sya/*)

KOMENTAR