--> Ance Selian: Bansos Jangan Menjadi Polemik dan Saling Menyalahkan | suluh sumatera

Ance Selian: Bansos Jangan Menjadi Polemik dan Saling Menyalahkan

Bagikan:

Ance Selian: Bansos Jangan Menjadi Polemik dan Saling Menyalahkan


MEDAN

suluhsumatera : Melihat kenyataan pahit yang dialami masyarakat Indonesi, dampak
Covid-19, Ketua Umum DPP PKB, H. Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, telah menyumbangkan bantuan paket Sembako.

Bantuan ini telah disalurkan para kader di seluruh Tanah Air, termasuk Sumatra Utara.

Menurut Ketua DPW PKB Sumut, Ance Selian, Jumat (22/05/2020), bantuan didistribusikan melalui petugas resmi yang ditunjuk oleh partai di 33 kabupaten/kota se Sumut, agar bantuan tepat sasaran.

Disebutkan, para relawan bergerak menyisir berbagai komunitas masyarakat, antara lain, buruh bongkar muat, seniman Kota Medan, petugas kebersihan kota, petugas kebersihan masjid, ustaj kampung, tukang beca, boat penyeberangan, pegawai Bandara yang di rumahkan, guru honor, wartawan, mahasiswa, nelayan, petani, pedagang serta lainnya.

"Harapan kita agar seruruh yang terdampak Covid-19 dapat merasakan persatuan yang kuat antar sesama anak bangsa di seluruh Tanah Air," ungkapnya.

Disisi lain Ance yang juga anggota DPRD Sumut priode 2009-2014 ini menyarankan pemerintah dan yang berkompoten menyalurkan Bansos agar segera dituntaskan.

Jika ada kesalahan teknis sebut dia, jangan sampai menunda penyaluran pada masyarakat dan tidak menjadikan polemik untuk saling menyalahkan.

"Pelanggaran serahkan prosesnya kepada hukum saja, dan apa yang bisa disalurkan segerakan dibagi ke masyarakat," sebutnya.

Apalagi lanjutnya, melihat kondisi ril masyarakat masih belum sepenuhnya menyadari bahwa Covid-19 akan meyebar dengan cepat melalui kontak antar sesama dan kerumunan membuat penyebaran bergerak cepat.

"Medan kota tercinta kita, perlu ditingkatkan kesadaran masyakat dengan  memaksimalkan tim sosialisasi dan pengawasan di lapangan. Kehawatiran kita adalah masyarakan tidak paham betul tentang keberadaan Covid-19 yang membahayakan nyawa manusia. Kerja sama dan kesadaran bersama kunci utama menyelamatkan kita dari penyebaran virus yang mengancam kehidupan kita," pungkasnya. (hrp)

KOMENTAR