--> Hindari Keramaian Warga, Pusat Perbelanjaan di Situbondo Ditutup 2 Hari | suluh sumatera

Hindari Keramaian Warga, Pusat Perbelanjaan di Situbondo Ditutup 2 Hari

Bagikan:

Hindari Keramaian Warga, Pusat Perbelanjaan di Situbondo Ditutup 2 Hari


SITUBONDO

suluhsumatera : Mengantisipasi penyebaran Covid-19, Bupati Situbondo, H. Dadang Wigiarto menutup seluruh usaha toko pakaian atau konveksi.

Penutupan dilakukan selama 2 hari, mulai hari Jumat (22/05/2020).

"Seluruh pusat perbelanjaan yang menyediakan pakaian harus off dulu, sampai dua hari," kata Bupati, Dadang usai rapat bersama Forkopimda di kantor Pemkab Situbondo, Jumat (22/05/2020).

Penutupan pusat perbelanjaan pakaian di Kab. Situbondo, salah satunya untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19. 

Selain itu, juga untuk menghindari penyalahgunaan bantuan langsung tunai (BLT) Kemensos RI senilai Rp600 ribu untuk warga terdampak virus Corona.

Sebab, dikhawatirkan warga penerima bantuan lebih memilih membelanjakan uang bantuan yang untuk beli baju Lebaran.

"Jangan sampai uang bantuan itu untuk beli baju baru. Sementara urusan makan justru diabaikan," papar Bupati.

Selain Forkopimda, ada beberapa Ormas Islam di Situbondo yang dilibatkan dalam menentukan kebijakan mencegah meluasnya Covid-19 di Kab. Situbondo. Antara lain, NU, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Situbondo. 

Pencegahan penyebaran Covid-19 harus ekstra dilakukan, karena sepekan terakhir di Situbondo sudah menunjukkan penurunan yang signifikan.

"Kita kan hanya tinggal satu orang warga positif yang masih isolasi mandiri. Saya tidak mau ada kluster baru penularan Covid-19 di Kab. Situbondo," beber Bupati yang mantan pengacara itu.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Situbondo, hingga Jumat (22/05/2020), sebanyak 12 warga Kab. Situbondo terkonfirmasi positif virus Corona.

Saat ini hanya tinggal satu yang masih menjalani isolasi mandiri. Sementara 11 orang lainnya sudah dinyatakan selesai perawatan alias sembuh.

Sedangkan jumlah PDP di Kab. Situbondo sebanyak 38 orang, dengan rincian 7 orang masih dalam pengawasan. 

Masing-masing 4 menjalani rawat inap, 3 isolasi mandiri, dan 1 meninggal dunia. Sebanyak 30 lainnya sudah selesai pengawasan.

Sementara jumlah ODP di Kab. Situbondo kini mencapai 420 orang, dengan 91 orang masih dalam pemantauan. 

Masing-masing 1 rawat inap dan 90 isolasi mandiri. Sedangkan 329 orang lainnya sudah dinyatakan selesai pemantauan. (*)

KOMENTAR