--> Lawan Covid-19, GP Ansor dan Aice Group Perkuat Pesantren dan Masyarakat Ekonomi Lemah | suluh sumatera

Lawan Covid-19, GP Ansor dan Aice Group Perkuat Pesantren dan Masyarakat Ekonomi Lemah

Bagikan:

Lawan Covid-19, GP Ansor dan Aice Group Perkuat Pesantren dan Masyarakat Ekonomi Lemah


JAKARTA


suluhsumatera : Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Aice Group melaksanakan disinfektasi area perumahan, pesantren, dan masjid yang berada di berbagai titik sekitar masyarakat ekonomi menengah bawah di daerah penyangga kawasan industri Cikarang, Kab. Bekasi, Jawa Barat. 


Kedua lembaga tersebut juga membagikan berbagai paket bahan kehidupan pokok dan masker kepada kalangan masyarakat ekonomi lemah. 


GP Ansor dalam siaran pers yang diterima suluhsumatera menyatakan, gerakan bersama Aice adalah bagian dari misi kemanusiaan jangka panjang, dalam melawan pandemi Covid-19 dan kemiskinan yang makin meningkat di berbagai wilayah Indonesia.


"GP Ansor makin meyakini bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah dan sektor swasta harus cepat ditingkatkan. Masyarakat akar rumput mengalami kesusahan hidup luar biasa akibat anjloknya perekonomian sektor informal dalam masa pandemi ini. Kami menyasar komunitas pesantren dan berbagai wilayah warga ekonomi lemah sebagai titik berat dari misi kemanusiaan bersama ini," tegas Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan jumpa pers virtual bersama Aice Group, pada aksi simbolik donasi di lima titik Pesantren wilayah Cikarang, baru-baru ini.


Kegiatan berupa penyemprotan disinfektan, pembagian bahan pokok, masker berkualitas, serta es krim yang digelar tersebut, diharapkan menjadi stimulus untuk memastikan keselamatan dan ketahanan masyarakat bawah yang beresiko tertular dalam pola interaksi sosial yang tinggi. 


Seperti diketahui, berbagai aktivitas dalam lembaga pendidikan, aktifitas ekonomi informal seperti perdagangan dan jasa, pasar, serta tenaga kerja di kawasan industri yang padat, sudah menjadi titik baru dalam pola penyebaran virus sejak dimulainya tatanan kehidupan New Normal beberapa waktu ini.


Selain itu, pria yang dipanggil Gus Yaqut ini mengingatkan, perlambatan ekonomi yang ditambahi dengan belum efektifnya kebijakan penanganan pandemi virus mematikan di masyarakat dan masih rendahnya efek dari stimulus kebijakan ekonomi pemerintah, akan paling dirasakan berat oleh kelas ekonomi bawah.


Hal tersebut senada dengan pernyataan Bank Dunia beberapa waktu lalu, bahwa pandemi

Corona tidak hanya berisiko terhadap orang kaya yang kerap bepergian ke luar negeri. 


Terus meluasnya penyebaran Covid-19 ini membuat masyarakat ekonomi lemah menjadi salah satu kategori yang paling rentan terdampak. 


Bank Dunia menilai pemahaman kalangan masyarakat ekonomi lemah di Indonesia tentang social distancing masih rendah.


Apalagi banyak profesi di kalangan ini mengharuskan keluar rumah menjadi salah satu faktor pendukungnya.


Selama ini, ribuan lembaga pesantren dan majelis taklim yang berada di masyarakat ekonomi bawah Indonesia adalah salah satu area yang belum terlalu diperhatikan oleh banyak pihak. 


Padahal justru di berbagai tempat tersebut, sektor usaha informal yang paling menjadi tulang punggung ekonomi justru mengalami hantaman hebat pandemi ini.


Karenanya, kedua lembaga tersebut akan terus konsisten untuk mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan menyambut kebijakan new normal dengan meningkatkan protokol kesehatan jelang mulai dibukanya dan dipergunakannya kembali masjid-mesjid tersebut.


Dalam kegiatan yang dimotori jajaran pengurus GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ini, aktifitas donasi akan dipusatkan di sekitar area rumah ibadah dan lembaga pendidikan Islam. 


Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 GP Ansor, Faisal Saimima mengatakan, bahwa aktifitas lembaganya bersama Aice diharapkan dapat diikuti oleh banyak lembaga swasta lainnya.


"Masjid dan sarana ibadah lain seperti majelis taklim menjadi salah satu lokasi, yang paling ramai dikunjungi jamaah. Saking banyaknya titik padat tersebut, perlu adanya langkah pembersihan dari virus corona ini secara masif dan didukung oleh banyak pihak yang memiliki sumber daya untuk itu," jelas Faisal.


Sylvana Zhong, Brand Manager Aice Group menambahkan, Aice Group akan menjalankan kampanye panjang misi kemanusiaan ini bersama GP Ansor dalam mendukung pemerintah melawan Covid 19. 


"Kombinasi kerja sama yang intensif, persistensi gerakan sumbangan yang tepat sasaran dan pendekatan sosial yang edukatif serta keceriaan yang dibawa lewat es krim kami yakini akan meningkatkan daya tahan masyarakat melawan virus ini," jelas Sylvana.


Pabrikan es krim yang berlokasi di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera ini, memulai misi kemanusiaan dari kawasan pabriknya di Bekasi, Jawa Barat. 


Kegiatan yang berada dalam radius 10 kilometer dari pabrik Aice Bekasi tersebut dilaksanakan di lima titik sarana ibadah, antara lain Mesjid Ibadurrohman Danau indah, Musallah Annaafi'u Jatiwangi, Majelis Zulfaqor Ganda Sari, Masjid Nurulhidayah Mekarwangi, dan Masjid Al Mutaqien Telajung.


Di kalangan masyarakat sendiri, kegiatan ini sangat dinantikan oleh para jamaah di lokasi sarana ibadah tersebut. Pihak pengurus masjid sangat berterima kasih atas bantuan ini. 


Selain di soal edukasi penggunaan masker berkualitas, sarana ibadah mereka sehari-hari juga dibersihkan dari virus corona dalam disinfektasi ini. 


Ketua Pengurus Majelis Zulfaqor, Ustaj H. Taufik mengapresiasi bantuan Aice Group dan GP Ansor ini.


"Kami sangat berterima kasih karena kami telah diperhatikan tidak hanya persiapan ibadah kami di masa new normal ini, namun juga adanya bantuan bahan pokok, masker dan es krim Aice bagi warga di sekitar mesjid kami," kata Taufik.


 


Misi Kemanusiaan Jangka Panjang Aice Group dan GP Ansor


Seperti diketahui sebelumnya, aksi sosial di Cikarang ini merupakan kelanjutan dari misi kemanusiaan yang sedang berjalan di berbagai titik rumah sakit rujukan Covid-19 dan titik warga masyarakat di beberapa wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. 


GP Ansor dan Aice Group juga telah memberikan donasi Alat Pelindung Diri (APD) dan 500.000 es krim ke-14 titik rumah sakit rujukan dan peristirahatan tenaga medis Covid-19 di Jabodetabek dan Rembang, Jawa Tengah, yang telah dimulai sejak April 2020.


Misi kemanusiaan ini pun telah mendapatkan apresiasi dari Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. 


Ia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Aice Group yang menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat atas pandemi Covid 19, dan pandemi ini tidak dapat diatasi sendiri, harus atasi bersama-sama.

 

"Kami bersyukur kita membangun kerja sama dengan Aice, karena ini adalah program yang ‘out of the box’, dengan beragamnya bantuan mulai dari APD, sembako, hingga pembagian es krim yang mendapat respons luar biasa dari tenaga medis karena dapat memberikan keceriaan bagi mereka. Saya harapkan misi kemanusiaan ini dapat terus berjalan ke depannya, dan memberikan manfaat ke lebih banyak masyarakat yang terdampak oleh pandemi," katanya.

 

Aice Group mengungkapkan, bahwa misi kemanusiaan ini pun juga mendapatkan apresiasi tinggi dari banyak pihak. 


Perusahaannya mendapatkan Top CSR Award 2020 dari Infobrand ID dan Tras N Co Indonesia. 


Apresiasi ini diberikan kepada 100 perusahaan di Indonesia yang memiliki komitmen dan kepedulian dengan menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pemerintah dan masyarakat kala pandemi Covid 19 melanda.


Aice Group masuk di kategori es krim sebagai produsen es krim satu-satunya yang mendapatkan penghargaan ini.


"Kami bangga bisa bekerja sama dengan GP Ansor dan penghargaan ini merupakan apresiasi bagi GP Ansor juga. Kami juga memiliki harapan yang sama, bahwa misi kemanusiaan ini akan terus berjalan dalam mendukung pemerintah atasi pandemi Covid-19 ini," tutup Sylvana. (sya/ril)

KOMENTAR