--> Temuan Ular Sanca 4 Meter Bikin Warga Geger, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan | suluh sumatera

Temuan Ular Sanca 4 Meter Bikin Warga Geger, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Bagikan:

Satwa reptil dengan nama ilmiah pythonidae itu pun beramai-ramai ditangkap warga.

Seorang warga di Cianjur, Jawa Barat, memerlihatkan seekor ular sanca ukuran besar yang berhasil ditangkap disarangnya, Kamis (4/6/2020) petang. (Istimewa)
suluhsumatera - Warga Kampung Babakan, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikejutkan dengan temuan ular sanca di dalam sarang.

Satwa reptil dengan nama ilmiah pythonidae itu pun beramai-ramai ditangkap warga.

Saat diukur panjangnya 4 meter dengan bobot 30 kilogram.

Seperti yang dilaporkan kompas.com, ular sanca batik itu sendiri pertama kali ditemukan seorang warga bernama Ahum (41). Saat itu, ia hendak pulang ke rumah selepas memancing.

“Saya lihat ada yang melintang di jalan gang, dikira bambu, ternyata ular. Saya tidak berani menangkapnya sendiri lalu mencari warga yang lain,” kata dia, Jumat (5/6/2020).

Sekembalinya, ia dan warga tidak lagi menemukan keberadaan ular tersebut. Setelah dicari di sekitaran, warga menemukan sebuah lobang.

“Ular itu ternyata bersembunyi di sana. Sepertinya itu sarangnya. Kita lalu coba menangkapnya dengan membongkar lobang itu,” kata dia.

Ular sanca tersebut ditenggarai telah memangsa hewan ternak peliharaan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang.

"Ayam dan bebek warga beberapa hari terakhir sering hilang, bisa jadi dimangsa ular ini," ujar Ahum.

Sebelumnya, warga Kampung Salimut, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menangkap ular sanca di dalam kolam ikan, Minggu (31/5/2020) dini hari.

Setelah diukur panjang ular jenis phytonidae tersebut mencapai 4,5 meter dengan bobot 30 kilogram.

Ular dengan motif kembang itu pertama kali ditemukam seorang warga bernama Engkos (55) yang sedang meronda.

Ular itu pun ditenggarai yang telah memangsa hewan ternak peliharaan warga yang sebelumnya dilaporkan hilang, seperti ikan, ayam, dan kelinci.

KOMENTAR