--> Kembalikan Kejayaan Siantar Sebagai Pusat Perdagangan Regional Wilayah Barat di Sumut, Asner-Susanti Akan Bangun Pasar Penyangga dan Tata Infrastruktur yang Lebih Baik | suluh sumatera

Kembalikan Kejayaan Siantar Sebagai Pusat Perdagangan Regional Wilayah Barat di Sumut, Asner-Susanti Akan Bangun Pasar Penyangga dan Tata Infrastruktur yang Lebih Baik

Bagikan:

Kembalikan Kejayaan Siantar Sebagai Pusat Perdagangan Regional Wilayah Barat di Sumut, Asner-Susanti Akan Bangun Pasar Penyangga dan Tata Infrastruktu



PEMATANGSIANTAR


suluhsumatera : Kota Pematangsiantar merupakan daerah perdagangan seperti, hasil bumi, hasil produksi, bahkan barang monza yang berasal dari daerah atau kabupaten/kota lain yang ada di Sumatera Utara (Sumut), sehingga kota ini dapat menjaadi pusat kawasan ekonomi.


Namun hal itu perlu penataan lebih baik kedepannya, agar setiap orang nyaman untuk beraktivitas.


Melihat kondisi Kota Pematangsiantar yang demikian, hal tersebut menjadi salah satu program kerja Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar, Ir. Asner Silalahi, MT dan dr. Susanti Dewayani, kedepan.


Asner mengatakan, Kota Pematangsiantar merupakan suatu daerah perdagangan yang menampung berbagai jenis hasil bumi dan jenis perdagangan lainnya dari berbagai daerah ini, maka Kota Pematangsiantar, sangat memerlukan pasar penyangga di daerah pinggiran kota atau perbatasan.


Asner mencontohkan, dari jalur arah Kota Medan, Tanah Jawa, Parapat maupun Raya, Kab. Simalungun diperlukan adanya area bisnis berupa pasar.


Langkah ini kata dia, sebagai solusi penataan pasar yang akan mengurai kepadatan lalu lintas di pusat Kota Pematangsiantar.


Disebutkan, pasar penyangga ini sangat perlu, mengingat Kota Pematangsiantar berada di dua pusat pertumbuhan ekonomi yaitu, Kawasan Danau Toba dan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei serta cukup dekat dengan Pelabuhan Kuala Tanjung.


Sementara keberadaan ruas jalan tol yang harus ditanggapi dengan bijak, karena membuat jarak tempuh lebih cepat, dari Kuala Tanjung ke Pematangsiantar, berjarak 42 Km dan Danau Toba, Parapat ke Pematangsiantar berjarak 53 Km.


Dengan semakin cepatnya jarak tempuh lanjutnya, maka semakin banyak hal dapat ditawarkan kepada masyarakat luar yang datang ke Kota Pematangsiantar ini,  khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi tersebut.


"Kalau infrastruktur baik, jarak tempuhnya cepat, kemudian di Siantar ada berbagai kebutuhan hidup, maka akan tumbuh geliat ekonomi di Kota Pematangsiantar ini dan kita harus mampu menawarkan hal-hal yang unik," papar Asner.


Ia mengaku, betapa pentingnya untuk  mengembalikan kejayaan Kota Pematangsiantar seperti dulu, yang dikenal sebagai pusat perdagangan regional wilayah Barat di Sumut.


Menurutnya, hal ini dapat kembali terwujud jika penataannya baik, lingkungan bersih dan sehat, tidak kumuh serta lalu lintas lancar, maka setiap orang akan datang melakukan aktivitas jual beli di Kota Pematangsiantar.


Dalam program kerjanya ini, Asner Silalahi mengatakan, warga akan lebih mudah menjangkau, termasuk orang yang sedang melintas, tentunya pasar penyangga ini akan  menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat


"Dengan pasar penyangga, maka lalu lintas angkutan akan lebih mudah ditata. Angkutan pedesaan bisa berhenti di pasar penyangga dan angkutan perkotaan juga bisa tertata, sehingga tidak terjadi penumpukan di dua pasar saja seperti saat ini," pungkas Asner. (syahru)

KOMENTAR