--> MTsN Labura Gelar Pelatihan e-Learning, Cara Belajar non Tatap Muka yang Menarik dan Praktis | suluh sumatera

MTsN Labura Gelar Pelatihan e-Learning, Cara Belajar non Tatap Muka yang Menarik dan Praktis

Bagikan:

MTsN Labura Gelar Pelatihan e-Learning, Cara Belajar non Tatap Muka yang Menarik dan Praktis


LABUHANBATU


suluhsumatera : Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Labuhanbatu Utara (Labura) menggelar pelatihan penggunaan media e-learning, media belajar non tatap muka yang menarik dan praktis.


Pelatihan yang digelar selama dua hari mulai dari tanggal 16 hingga 17 Oktober 2020 ini diikuti 57 peserta dewan guru MTsN 1 Labura.


Media belajar menggunakan e-learning ini sebelumnya sudah dan pertama kali diaplikasikan di MTsN 1 Labura diantara MTsN lain se Labuhanbatu Raya yakni, Labuhanbatu Utara (Labura), Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan (Labusel).


Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Labura, Agus Priadi, SAg, MSi mengatakan, minimnya interaksi antar siswa dan pengajar berdampak putusnya mata rantai materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa dan akan menimbulkan kejenuhan.


Maka dari itu lanjutnya, perlunya media pembelajaran menggunakan e-learning ini, yang dinilai lebih menarik dan praktis dalam proses belajar mengajar daring atau non tatap muka.


"Untuk itu diperlukan penggunaan media e-learning yang menarik dalam pembelajaran Daring," kata Agus saat menghadiri kegiatan tersebut.


Kepala MTsN 1 Labura, Ahkmad Syiroj mengatakan, e-learning merupakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dianjurkan oleh Kantor Wilayah Kemenag di tengah pandemi Covid-19, sesuai dengan arahan pemerintah.


"E- learning adalah pembelajaran online berbasis aplikasi. Guru memberikan materi bahan ajar melalui daring dan lebih praktis dari belajar online biasa," terangnya, Senin (19/10/2020).


"Dan kita satu-satunya madrasah se Labuhanbatu Raya yang sudah menggunakan aplikasi ini, sejak April 2020," imbuhnya.


Dijelaskan, hal yang membedakan sistem belajar Daring biasa dengan menggunakan e-learning adalah, efesiensi waktu dan materi. Menurutnya, e-learning lebih praktis dan simpel.


"Pembelajaran Daring biasa harus mnggunakan media tambahan seperti video dan foto,  kalau ini (e-learning) sudah langsung lengkap ada di dalamnya," jelasnya.


Selain menggunakan e-learning, di MTsN 1 Labura juga menerapkan beberapa sistem belajar lain, diataranya menggunakan media google classroom, whatsApp, dan penugasan.


Syiroj berharap agar dengan pelaksanaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) penggunaan media e-learning dalam pembelajaran Daring dan Luring dapat menjadikan setiap guru semakin memiliki skill atau kemampuan dalam menggunakan teknologi untuk kegiatan belajar mengajar di MTsN 1 Labura.


Selain itu juga akan menumbuhkan semangat dalam memberikan bahan pelajaran ke siswa dan siswa didik tetap terkondisi belajar, tetap terjaga ibadah dan sikap perilakunya, sehingga visi-misi "BERAKSI" MTsN 1 Labura tercapai dalam membentuk insan berahlak, berprestasi, dan berbudaya lingkungan.


Harapannya, siswa tetap terkondisi belajar dan pelaksanaan ibadah keseharian dan hafalan surah tetap terjaga serta visi-misi madrasah terwujud.


"Harapan kita bersama wabah pandemi Covid-19 segera hilang dan bisa normal kembali," pungkasnya. (zain)

KOMENTAR