--> Peran Aktif NU Sangat Besar dalam Memberikan Kontribusi Untuk Pembangunan di Tapsel | suluh sumatera

Peran Aktif NU Sangat Besar dalam Memberikan Kontribusi Untuk Pembangunan di Tapsel

Bagikan:

Peran Aktif NU Sangat Besar dalam Memberikan Kontribusi Untuk Pembangunan di Tapsel


TAPANULI SELATAN


suluhsumatera : Peran aktif Nahdlatul Ulama sangat besar dalam memberikan kontribusi untuk pembangunan di Tapanuli Selatan (Tapsel). 


Hal itu disampaikan Bupati Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu, SH selaku Ketua Mustasyar PCNU Tapsel pada saat melantik Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Tapsel Masa Khidmat 2020-2025 di Gedung Serba Guna Sarasi II, Perkantoran Pemkab Tapsel, Sipirok, kemarin (22/10/2020).


Pelantikan tersebut berdasarkan SK Pengurus Besar Nahdlatul Ulama No. 552/A.II.04.d/09/2020 tentang Pengesahan PCNU Tapsel Masa Khidmat 2020-2025. 


Adapun yang dilantik menjadi (Rais) KH. Abdullah Harahap, SPdI, (Katib) Maksan H. Dalimunthe dan (A'wan) Burhanuddin Harahap, SAg, sedangkan Ketua Drs. H. Ihwan Nasution, Sekretaris H. Ilman Mhd. Ahyaruddin, SHI, Bendahara Zulfan Harahap, SHI, PdI beserta pengurus lainnya.


Dalam sambutan, Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, SH mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus Cabang NU Tapsel.


"Semoga pelantikan pada hari ini dapat menjadikan pemacu semangat untuk makin meningkatkan kiprah dan pengabdian dalam turut memajukan masyarakat dan daerah, terutama dalam bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan," ungkapnya.


"Saya selalu senantiasa memberikan apresiasi kepada Keluarga Besar NU Tapsel, yang selama ini telah menunjukkan peran aktif dan memberikan kontribusi dalam pembangunan, baik dalam hal pengembangan aktifitas generasi muda, pendidikan, seni dan budaya, serta penguatan nilai persatuan dan kesatuan baik dalam internal keluarga besar NU sendiri maupun dengan unsur dan elemen lain yang ada di Kab. Tapsel," jelasnya.


Syahrul menambahkan, Pemkab Tapsel akan selalu senantiasa memberikan dorongan dan dukungan kepada organisasi-organisasi keagamaan untuk terus mengembangkan diri, sehingga mampu memberi sumbangsih yang nyata dalam proses pembangunan.


"Kita ketahui bersama bahwa Kab. Tapsel saat ini sedang melaksanakan percepatan pembangunan walaupun dimasa pandemi Covid-19, yang tentunya membutuhkan sumbangsih dari berbagai unsur dan komponen yang ada di masyarakat, baik berupa tenaga, pemikiran, dan lain sebagainya. Kita bangun secara bersama-sama, dan kelak hasilnya pun akan kita rasakan manfaatnya secara bersama-sama pula," ujarnya.


Dalam konteks inilah kata Bupati, organisasi-organisasi keagamaan yang ada di Kab. Tapsel tentunya diharapkan dapat membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai kalangan, terutama dengan jajaran Pemda, sehingga semua dapat bergerak seiring sejalan dalam menyukseskan visi dan misi Kab. Tapsel untuk menjadikan masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas, dan sejahtera.


Sebelumnya Ketua PCNU Tapsel, Drs. H. Ihwan Nasution mengatakan, hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi kita bersama terutama bagi pengurus yang baru dilantik atau dikukuhkan. 


"Sebab pelantikan hari ini bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional dimana hari santri ini adalah hari dicetuskannya resolusi jihad dari pendiri NU," katanya.


"Hari Santri tidak bisa dipisahkan dengan NU, sebab santri tidak akan ada tanpa adanya ulama, oleh sebab itu kalau kita lihat dari perjalanan sejarah lahirnya hari santri ini kita akan dapat banyak menemukan keteladanan dari para ulama pendahulu kita antara lain kerjasama antara ulama dengan umara maka akan melahirkan sebuah kekuatan," imbuhnya.


Hal ini dapat dilihat usia kemerdekaan Republik Indonesia belum genap satu bulan, pada 15 September 1945, ketika tentara Inggris bersama sekutunya dengan niat ingin mengambil alih Negara Indonesia, maka disaat itulah Presiden Sukarno mengirim utusan kepada KH. Hasyim Asy'ari untuk mengkaji hukum bela negara.


Maka dilakukanlah Salat Istikharah berkali-kali serta musyawarah panjang dengan para ulama-ulama NU lainnya, sehingga lahirlah fatwa Resolusi Jihad untuk bela negara pada tanggal 22 Oktober 1945 yang saat ini kita kenal dengan Hari Santri Nasional.


Hal ini menandakan, kerja sama umara dan ulama akan melahirkan sebuah kekuatan dalam membangun daerah atau bangsa, karena umara memliki power sedangkan ulama memiliki santri dan jamaah.


Untuk itu atas nama pribadi dan Organisasi PCNU Tapsel mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati, Syahrul yang selama ini selalu mendorong dan selalu memberikan bantuan baik moril maupun materil demi memajukan Nahdlatul Ulama di Kab. Tapsel.


Apa lagi dalam waktu dekat diakhir tahun ini kita akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin Tapsel agar lebih baik lagi baik untuk umat, rakyat dan agama. 


"Oleh karena itu kita harus memiliki kesamaan pandangan dalam memilih pemimpin agar dapat melanjutkan pembangunan di Kabupaten Tapsel yang sama-sama kita cintai," pungkasnya.


Tampak hadir, Kapolres Tapsel AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH, SIK, MH, pimpinan PWNU Sumut DR. H. Muhammad Hatta Siregar dan DR. H. Sarmadan Nur Siregar, Ketua MUI Tapsel, Ketua BKMT Tapsel, Ketua Muslimat NU Tapsel, Ketua BSPP Tapsel, Ketua FKDT Tapsel, Ketua IPHI Tapsel, Ketua DMI Tapsel, pimpinan ormas Islam, pimpinan Ponpes se Tapsel dan seluruh pengurus NU. (baginda)

KOMENTAR