--> PKW Diharap Suburkan Pengrajin di Sumut dan Dukung Wisata Danau Toba | suluh sumatera

PKW Diharap Suburkan Pengrajin di Sumut dan Dukung Wisata Danau Toba

Bagikan:

PKW Diharap Suburkan Pengrajin di Sumut dan Dukung Wisata Danau Toba


MEDAN


suluhsumatera : Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) diharapkan dapat mempromosikan berbagai keunggulan Sumatera Utara (Sumut) yang dikenal sebagai provinsi yang memiliki keindahan alam serta kekayaan tradisi dan budaya yang luar biasa, melalui kerajinan tangan (kriya).


Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut, Nawal Edy Rahmayadi usai mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam PKW di Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, Selasa (20/10/2020).


"Seperti program Pendidikan Kecakapan Wirausaha ini, saya sangat bersyukur atas kerja sama Dekranas dengan Kemendikbud RI, khususnya Ditjen Pendidikan Vokasi. Mudah-mudahan melalui PKW ini lahir SDM pengrajin-pengrajin berkualitas yang bisa menghasilkan produk-produk kriya bernuansa Danau Toba, mendukung perekonomian masyarakat dan membantu promosikan keindahan Danau Toba lewat kriya," ungkap Nawal.


Nawal berharap agar para peserta mengikuti pelatihan dengan benar dan sungguh-sungguh, sehingga ketika selesai mengikuti kegiatan dapat membuka usaha sendiri, membuka lapangan pekerjaan dan bisa mewariskan keterampilan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.


"Mudah-mudahan dengan PKW ini juga berdampak menggenjot rasio wirausaha di Indonesia yang saat ini sekitar 3,1 persen atau sekitar 8,06 juta dari seluruh penduduk Indonesia. Mudah-mudahan bisa kita lampaui negara tetangga kita yang rasio wirausahanya sudah 7 persen di Singapura dan 5 persen di Malaysia," tutur Nawal.


Koordinator Program PKW Danau Toba, Nita Yudi menyampaikan, PKW merupakan program kerja sama antara Kemendikbud RI dengan Dekranasda Sumut untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa SMK, keluarga pra sejahtera dan kelompok putus sekolah. 


Menurut Nita, di Sumut ada 200 orang yang mengikuti pelatihan dengan durasi 32 jam teori, 118 praktik dan 200 jam rintisan usaha di lapangan.


"Selama sebulan penuh, peserta mengikuti pelatihan sesuai kurikulum yang telah disusun seperti desain, ilmu kewirausahaan dan pengembangan produk. Targetnya adalah setiap peserta menghasilkan satu produk dan satu merek atau One Man, One Product, One Brand. Produk-produk yang akan dibuat yaitu kaos, aksesoris khas Danau Toba, tempat tisu, ulos, aksesoris ulos, tusuk konde, relif rumah bolon, lukisan palet Danau Toba, mainan kunci, masker, aksesoris HP," jelas Nita.


Anggota Wirausaha Baru Dekranas Franka Makarim juga mengapresiasi pelaksanaan PKW. 


Hal ini selain melahirkan SDM pengrajin berkualitas, juga mendukung pengembangan produk kriya nasional, pemerataan dan penciptaan usaha baru, pelestarian budaya, kontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan lainnya.


Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Alpian Hutauruk mewakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut Lasro Marbun yang mengikuti acara langsung dari lokasi kegiatan di SMKN 10 Medan Jalan Teuku Cik Ditiro Medan merasa bersyukur dengan adanya kerja sama Kemendikbud RI dengan Dekranasda Sumut yang turut melibatkan siswa SMK. (*)

KOMENTAR