--> Bos BMW Cash Pernah Sampaikan Klarifikasi, Berikut Petikannya | suluh sumatera

Bos BMW Cash Pernah Sampaikan Klarifikasi, Berikut Petikannya

Bagikan:

Bos BMW Cash Pernah Sampaikan Klarifikasi, Berikut Petikannya

ASAHAN

suluhsumatera : Direktur BMW Cash, DPW alias Sug alias An, 39 pernah membuat rekaman video berisi klarifikasi tentang kondisi keuangannya saat ini.


Dalam video Youtube itu, Sug menyatakan penyesalannya kepada seluruh rekan atau mitra kerjanya di BMW Cash.


Pada video berdurasi 19.51 menit itu, Sug menjelaskan dirinya sedang diserang oleh netizen di media sosial.


"Seperti yang kita ketahui bersama. Saat ini mereka menyerang kita semua. Itu yang membuat saya menjadi stres," sebut Sug dalam video yang beredar di aplikasi WhatsApp, Senin (16/11/2020).


Diutarakan, tanpa disadari, ia pun menghilang dikarenakan hal itu. Dia juga mengaku itu kesalahan dari pada member dan leader, yang terlalu gembira dengan bonus-bonus bila main online tersebut.


"Untuk semua teman-teman saya para leader. Tolonglah, tolong saya. Yang paling penting, saya akan bertanggung jawab," tegas Sug.


Sebelumnya sebut dia, dari awal sudah dikatakan, ia hanya dapat mengganti modal bila terjadi sesuatu dengan bisnis tersebut.


"Jadi untuk para leader, untuk saat ini jangan harapkan bonus terlebih dahulu. Fokus saya saat ini ingin membayar profit teman-teman kita yang baru yang belum profit dan belum pulang modal. Bagi yang udah pulang modal, mohon sabar dahulu, biar saya fokus ke teman-teman kita ini," pintanya.


Sug pun mengatakan dan meminta seluruh member BMW Cash agar bersabar, sehingga dia dapat melanjutkan bisnis investasi nyaman.


"Izinkan saya melanjutkan perjuangan saya ini, untuk mengembalikan modal member-member yang belum balik. Selanjutnya saya akan membayarkan kewajiban bonus yang 1 persen perhari," jelasnya.


Lalu, bila dari bonus ternilai uang sudah kembali, maka akan dilanjutkan ke member berikutnya. 


"Jadi kita stop dulu kalau yang sudah balik modal, jadi sistemnya dia menurun ya. Menurut administrasi," katanya.


Lanjutnya, ia lebih mendahulukan akun baru dibanding akun lama, sebab menurutnya banyak orang lama juga menggunakan akun baru.


"Kita lebih mendahulukan akun baru, bila dibawahnya tidak ada akun down line, maka tetap akan kita kasih bonus lebih, jadi 110 persen," terangnya.


Masih kata Sug, untuk saat ini, intinya ia akan membayarkan semua profit para member yang belum kembali modal yang artinya akun baru. 


Bahkan ia sempat menjanjikan para leader untuk mendapatkan bonus kembali dari trading yang akan dilakukannya. 


"Tapi itu nanti, kalian belakangan. Lalu apa keuntungan saya. Itu tidak usah kita bahas dulu, yang kita bahas itu untuk ini semua," ujarnya.


Dia juga menganjurkan saat ini untuk tidak merekrut member baru terlebih dahulu, namun bila ingin merekrut pun memiliki peraturan yang sangat kuat.


"Jadi dibuat surat pernyataan dan sebagainya baru bisa direkrut. Jadi permintaan saya saat ini, bila saya diizinkan, melanjutkan perjuangan ini, saya akan membayarkan keuntungan satu persen," ujarnya. 


Katanya, ia saat ini sedang tidak ingin diganggu dan ingin menaikan trading dikarenakan modal mulai menipis. 


"Nanti berapa hari dan berapa minggu kita ketemu bersama leader untuk bertemu saya, kita curhat bagaimana inisiatifnya kedepan. Tapi untuk saat ini tolong izinkan saya untuk melakukan apa yang saya ucapkan dari awal-awal dulu," katanya.


Dana yang dimaksudnya adalah dana modal, dan itu adalah janjinya sedari dulu pertama kali merintis. 


Dengan itu, ia meminta kepada para leader untuk meminta anggotanya agar tidak melaporkannya ke pihak berwajib, agar treding dapat terus berjalan.


"Saya memohon, teman-teman sabar. Ini adalah masa susah kita. Hanya beberapa hari saya tidak hadir, kalian bilang saya tidak ada kabar, saya tahu kalian semua hancur, kalian semua bersih menundukan kepala," ujarnya.


"Ini memang salah ku, tapi ingat teman-teman. Saya akan berjanji mengcover dana modal semua. Untuk itu, kepada leadernya untuk berkumpul bareng dan berbaikan bersama, agar bisa mendiskusikan hal ini," pungkas Sug. (dri)

KOMENTAR