--> Merasa Tertipu, Ratusan Member Geruduk dan Nyaris Bakar Rumah Owner BMW Cash di Asahan | suluh sumatera

Merasa Tertipu, Ratusan Member Geruduk dan Nyaris Bakar Rumah Owner BMW Cash di Asahan

Bagikan:

Merasa Tertipu, Ratusan Member Geruduk dan Nyaris Bakar Rumah Owner BMW Cash di Asahan


ASAHAN


suluhsumatera : Merasa ditipu investasi yang diduga bodong, ratusan member BMW Cash "geruduk" rumah owner berinisial DPW alias Sug, 39 di Dusun VII, Desa Punggulan, Kec. Air Joman, Kab Asahan, Jumat (13/11/2020) sekira pukul 00.45 WIB.


Massa yang datang dari berbagai daerah itu nyaris membakar rumah kediaman orangtua Sug menggunakan bensin. 


Untung saja aparat kepolisian dari Polsek Air Joman segera datang, untuk meredakan kemarahan massa.


Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, awalnya massa spontanitas datang untuk mempertanyakan kejelasan uang mereka yang selama ini disetorkan kepada Sug sebagai investasi.


Namun, sesampainya di rumah owner BMW Cash yang menjanjikan pada membernya akan diberikan keuntungan 1 persen per harinya dengan withdraw seminggu sekali itu, yang bersangkutan tidak berada di rumah.


Kesal melihat Sug tidak ada di rumah, massa yang emosi langsung menyeret Su, 60 dan Lin, 42, ibu dan kakak Sug, untuk keluar rumah agar menelpon dan menyuruh Sug datang menemui mereka, menjelaskan uang yang disetorkan selama ini.


Akan tetapi, permintaan massa tidak dituruti oleh ibu dan kakak Sug. Melihat itu, massa yang sudah sedari tadi murka, langsung menghardik dan menyeret keduanya keluar rumah.


"Ini bensin dua botol sudah kami beli. Tinggal kami serakkan di rumah ini, jika nggak datang juga pelaku. Maka semua rumah dan isinya akan terbakar," teriak Karno, salah seorang member investasi BMW Cash.


"Cepat kau panggil dia. Kalau tidak, kalian kami bakar semua di sini. Ratusan juta uang kami dilarikan adik kau. Jangan sempat ratusan korban adik kau ini membakar dan menjarah rumah kalian," teriak Rizal, korban lainnya.


Beruntung, saat situasi mulai memanas dan bensin sudah disiramkan ke seluruh halaman rumah oleh massa, pihak kepolisian dari Polsek Air Joman cepat datang ke lokasi serta menenangkan massa yang emosi.


"Pak polisi, ini keluarga penipu uang kami. Tolong tangkap keluarga ini. Gara-gara mereka rumah tangga kami hancur, karena rumah dan tanah kami gadaikan ke bank untuk main investasi BMW Cash dengan pelaku," ujar Desi, korban lainnya.


Setelah beberapa jam polisi melakukan negosiasi, akhirnya massa dan polisi sepakat, agar kakak Sug, Lin dibawa ke Mapolsek untuk jaminan agar tidak kabur.


Bisnis investasi BWM Cash disinyalir owner meraup keuntungan mencapai Rp60 milyar. Dimana ratusan orang korban menanamkan sahamnya bervariasi, dari puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah.


Mislan Hidayat alias Alan, 47 warga Siantar, yang ditemui di lokasi mengaku, jika dirinya menyetor sebanyak Rp250 juta pada owner BMW Cash, Sug.


Alan dijanjikan akan mendapat 1 persen keuntungan dalam sehari dengan ketentuan setiap seminggu sekali melakukan withdraw (penarikan) dari jumlah uang yang disetor untuk investasi.


"Janjinya memang saya dikasi keuntungan senilai 1 persen sehari, dari nilai uang yang saya setor yang akan diambil seminggu sekali setiap hari Senin. Namun, setelah saya setor apa-apa pun tak ada dikasih," ujar Alan.


Ironisnya kata Alan, akibat uang yang disetorkan kepada Sug, ia sudah dua bulan di Kisaran dan tidak pulang-pulang ke Siantar.


Sebab, uang yang disetorkan merupakan uang tetangga, mertua, dan saudara lainnya, yang diajaknya untuk bermain investasi BMW Cash di Kisaran.


"Kemarin pelaku sudah kami tangkap di Medan. Kami suruh dia meneken surat perjanjian dengan kami. Dalam surat itu, dia berjanji akan melunasi semua uang member sebanyak Rp60 milyar. Namun, sampai sekarang dia tidak muncul dan hilang begitu saja dari Kisaran," tegas Alan, sembari menunjukan bukti setoran duitnya dan surat perjanjian yang diberi materai.


Terpisah, Jainudin, 38 warga Sei Jabut, Kec. Air Batu, Kab. Asahan yang ditemui di lokasi juga mengaku korban investasi BMW Cash milik Sug.



"Padahal dia kawan sekolah aku lah, tapi akupun ditipunya juga Rp120 juta. Apa lagi aku baru main dan belum ada dapat keuntungan apa-apa. Gara-gara diajaknya main investasi BMW Cash, rumah dan tanah aku tergadaikan ke bank. Karena aku minjam duit ke bank mengagunkan surat tanah dan surat rumah untuk main investasi sama pelaku," papar Jainudin.


Senada dikemukakan, Iwan Panjaitan, 48 warga Tinggiraja yang merupakan member sekaligus leader. 


Ia mengaku mengivestasikan sebanyak Rp500 juta. Namun, akibat owner BMW Cash kabur, kini dia pun dikejar-kejar orang yang uangnya dikutip.


"Saat ini saya yang paling sedih, saya sendiri tidak bisa pulang ke rumah, karena dikejar-kejar dan dilaporkan ke polisi. Pasalnya, uang member yang saya ajak dan saya kutip untuk main investasi, semuanya sama pelaku. Saya kasih semua, ya jelas semuanya orang ngejar dan mencari saya," ungkap Iwan. (dri)

KOMENTAR