--> Loket Penjualan Tiket di Pelabuhan Angin Gunungsitoli Mulai Dipadati Calon Penumpang | suluh sumatera

Loket Penjualan Tiket di Pelabuhan Angin Gunungsitoli Mulai Dipadati Calon Penumpang

Bagikan:

Loket Penjualan Tiket di Pelabuhan Angin Gunungsitoli Mulai Dipadati Calon Penumpang


GUNUNGSITOLI


suluhsumatera : Loket penjualan tiket resmi di Pelabuhan Angin Gunungsitoli di Kota Gunungsitoli mulai dipadati calon penumpang yang hendak melakukan penyeberangan laut ke Kota Sibolga, setelah melakukan silaturahmi keluarga dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, Sabtu (2/1/2021).


Terdapat dua loket penjualan tiket resmi dengan lokasi saling bertetangga di kawasan Pelabuhan Angin Gunungsitoli, yakni loket ASDP dan loket perusahaan pelayaran milik swasta WJL.


Keduanya sejak pagi hingga petang hari, pada H+1 Tahun Baru, terus dipadati calon penumpang, khusus pada loket ASDP hingga pukul 10.00 WIB, layanan penjualan tiket untuk penumpang telah berakhir.


Hal tersebut berhubung jumlah penumpang dibatasi untuk mencegah kerumunan di atas kapal. 


Sementara penjualan tiket bagi penumpang berkendaraan roda dua dan roda empat serta angkutan barang masih terbuka peluang hingga petang.


"Hingga sengaja datang lebih awal ke tempat penjualan tiket ASDP hari ini guna mendapatkan layanan, karena kami tahu agak murah harganya dibandingkan dengan perusahaan pelayaran swasta. Namun sayang tidak kebagian tiketnya, karena info yang kami dapati dari ASDP adalah alasan pembatasan jumlah penumpang," tutur Efori Lase salah seorang warga.


Terkait pembatasan jumlah penumpang tersebut belum juga berhasil dikonfirmasi kepada pihak ASDP setempat, namun diyakini cara ini sebagai tindakan nyata pencegahan terjadinya klaster baru Covid-19.


Pengamatan wartawan, di tempat penjualan tiket umumnya dipasangi poster berisi imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan.



Kemudian, setiap pembelian tiket wajib memperlihatkan non reaktif hasil Rapid Test Covid-19. 


Mengenai masih banyaknya warga yang terpantau abai akan protokol kesehatan, selain kepedulian masyarakat, juga sangat diperlukan keaktifan instansi terkait dari pemerintah dan TNI-Polri di objek vital seperti loket penjualan tiket dan pelabuhan, agar mengawal ketat penerapan Prokes virus mematikan itu. (ali)

KOMENTAR