--> Seorang Wanita di Torgamba Nyaris Dihakimi Warga Karena Berusaha Membawa Seorang Bocah Perempuan | suluh sumatera

Seorang Wanita di Torgamba Nyaris Dihakimi Warga Karena Berusaha Membawa Seorang Bocah Perempuan

Bagikan:

Seorang Wanita di Torgamba Nyaris Dihakimi Warga Karena Berusaha Membawa Seorang Bocah Perempuan

TORGAMBA

suluhsumatera : Seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya disebut-sebut asal Kab. Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, nyaris jadi sasaran kemarahan warga di Dusun Aek Batu, Desa Asam Jawa, Kec. Torgamba, Kab. Labusel, Minggu (10/1/2021) siang.


Pasalnya, wanita itu tertangkap basah sedang memaksa seorang bocah perempuan berusia lebih kurang 10 tahun, untuk dimasukkan ke dalam sarung.


Warga menduga, bocah perempuan yang diketahui berinisial TKT itu hendak diculik oleh wanita tersebut.


Informasi yang dihimpun wartawan dari Juar warga setempat mengatakan, siang itu korban yang merupakan warga Dusun Aek Batu, Desa Asam Jawa, hendak pulang ke rumah usai ibadah di gereja. 


Dalam perjalanan, tepatnya di Jalinsum Simpang Sungai Pinang, korban dihadang oleh seorang wanita tidak dikenal.


Wanita itu kemudian memakasa TKT untuk masuk ke dalam sarung yang dibawanya. Namun saat itu TKT melakukan perlawanan, sehingga warga sekitar pun mengetahui aksi pelaku.


Warga kemudian mengamankan wanita tersebut dan melepaskan TKT. Beruntung, tidak berselang lama, sejumlah personel Polsek Torgamba tiba di lokasi dan mengamankan pelaku dari amuk warga.


Petugas kepolisian kemudian membawa pelaku, korban, dan sejumlah keluarga korban ke UPPA Polres Labuhanbatu di Rantauprapat, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


"Belum tahu apa motifnya. Kasusnya sudah dilimpahkan ke UPPA Polres Labuhanbatu. Korban diperkirakan berusian 10 tahun," kata Kapolsek Torgamba, AKP. Firdaus Kemit yang dikonfirmasi wartawan melalui Kanit Reskrim Ipda. Elimawan Sitorus.


Sementara berdasarkan informasi sejumlah warga menyebutkan, wanita teresebut merupakan tuna wisma yang dalam beberapa bulan terakhir kerap berkeliaran di perkampungan tersebut. (afa/jr/sya)

KOMENTAR