--> Kapolsek Pontianak Utara Dicopot dari Jabatannya Usai Tahanan Kabur Jebol Tembok | suluh sumatera

Kapolsek Pontianak Utara Dicopot dari Jabatannya Usai Tahanan Kabur Jebol Tembok

Bagikan:

Faisal merupakan dalang di balik tindakan itu. Ia memiliki ide mengikis dinding sel dengan sendok yang ditajamkan.


Suluhsumatera -
Kapolsek Pontianak Utara AKP Hery Purnomo dicopot dari jabatannya.

Pencopotan ini diduga terkait dengan kaburnya dua tahanan usai menjebol dinding penjara menggunakan sendok pada Kamis (18/2/2021) malam.

“Insya Allah betul (dicopot),” kata Kapolres Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo seperti yang dilansir Kompas, Minggu (21/2/2021).

Menurut Leo, AKP Hery Purnomo dimutasi menjadi Kasubbag Dalops Bagian Operasional Polres Kayong Utara.

Sedangkan jabatan Kapolsek Pontianak Utara diisi AKP Feby Rando yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu.

Propam Polda Kalimantan Barat dan Biro Pengamanan Internal (Paminal) memeriksa langsung penyebab kaburnya dua tahanan tersebut.

Propam Polda Kalimantan Barat melihat prosedur penjagaan yang dilakukan polisi di penjara.

“Secara kedinasan, kita ada fungsi Paminal dan Porpam yang bekerja untuk melihat prosedur personel jaga. bersalah atau tidak, nanti akan diputuskan saat sidang,” ujar Leo.

Sebelumnya, Faisal dan Meki tahanan Polsek Pontianak Utara diringkus setelah melarikan diri pada Kamis (18/2/2021).

Tahanan tersebut kabur setelah mengikis dinding penjara dengan sendok yang telah ditajamkan.

Faisal merupakan dalang di balik tindakan itu. Ia memiliki ide mengikis dinding sel dengan sendok yang ditajamkan.

Untuk mengelabui petugas, saat mengikis tembok, salah satu di antaranya berpura-pura mengaji. Setelah tembok penjara berlubang, mereka melewati celah itu untuk kabur.

“Setelah jebol, keduanya masuk ke dalam lubang, lalu melewati celah antar bangunan. Lubangnya tidak cukup besar, saya juga heran kenapa tubuh mereka masih bisa lolos,” kata Leo, Jumat (19/2/2021).

Leo mengaku, bangunan Polsek Pontianak Utara cukup tua. Tetapi, bangunan itu dinilai masih layak dan kuat.

"Sebetulnya masih bisa dipertahankan, hanya saja memang mereka yang sudah berniat sebelumnya," ujar Leo.

Tak lebih dari 12 jam, Faisal dan Meki ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Meki ditangkap di rumah keluarganya di Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara.

Sementara Faisal ditangkap di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, di tengah pelariannya.

KOMENTAR