--> Gubernur Sumut Minta Keterlibatan Daerah Ditingkatkan untuk Percepatan Proyek Strategis | suluh sumatera

Gubernur Sumut Minta Keterlibatan Daerah Ditingkatkan untuk Percepatan Proyek Strategis

Bagikan:

Gubernur Sumut Minta Keterlibatan Daerah Ditingkatkan untuk Percepatan Proyek Strategis


MEDAN


suluhsumatera : Pemerintah Pusat terus berupaya mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek strategis nasional di  Sumatera Utara (Sumut). 

 

Ada empat kawasan strategis nasional di Sumut yakni, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Food Estate Humbang Hasundutan, dan Kawasan Industri Kuala Tanjung bersama pelabuhannya.


Selain itu, ada empat proyek strategis daerah yang juga masih berkolaborasi dengan pusat seperti Rusunawa Terintegerasi Sei Mangkei, Sport Centre, jalur kereta api Pematangsiantar-Parapat, dan Light Rapid Transit (LRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang). 


Proyek-proyek strategis ini diharapkan memberikan dampak besar pada pembangunan Sumut.


Dilansir dari laman sunutprov.go.id, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi meminta kepada pemerintah pusat agar keterlibatan daerah ditingkatkan, sehingga kesinambungan proyek-proyek tersebut berjalan baik dan masyarakat langsung merasakan manfaatnya.


Hal ini di sampaikannya saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pengembangan Wilayah dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Sumut secara virtual, Rabu (24/3/2021).


"Cukup banyak proyek strategis nasional di Sumut, tetapi kita berharap keterlibatan daerah semakin ditingkatkan agar rakyat kita juga merasakan langsung pembangunan ini. Misalnya, untuk rest area di jalan tol, Pemkab diberikan kewenangan sehingga UMKM di daerah tersebut berkembang. Begitu juga pertanian. Petani-petani kita harus mendapat manfaat yang lebih besar dalam perkembangan pertanian di Sumut, bukan malah perusahaan-perusahaan besar," kata Edy di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman, Medan.


Selain itu, masalah lingkungan juga menjadi perhatian Edy Rahmayadi. Dia meminta proses pembangunan di Sumut tidak malah merusak lingkungan yang ada, karena pembangunan infrastruktur ini membutuhkan bahan dan lahan yang tidak sedikit.


"Janganlah mengambil pasir atau batu secara ilegal dari sungai, sehingga sungai itu rusak atau mengeruk bukit sehingga terjadi longsor, perhatikan dampak lingkungannya. Jangan pula di satu sisi kita membangun sisi lain kita merusak. Ini perlu dikoordinasikan dengan benar ke kabupaten," kata Edy, yang didampingi Kepala Bappeda Sumut, Hasmirizal Lubis.


Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sejumlah kendala pada proyek strategis nasional dan daerah ini dapat cepat diselesaikan. Dengan begitu perekonomian kita bisa cepat bergerak dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.


"Tentu ada kendala, bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga budaya masyarakat kita, sengketa lahan dan lainnya. Karena itu, kita sekarang terus fokus, ada kendala kita kejar dan cepat selesaikan sehingga pembangunan ini tidak tertunda-tunda," kata Luhut.


Progres pembangunan proyek strategis nasional dan daerah di Sumut menurut Luhut, sudah berjalan dengan baik, namun dia meminta semua kementerian dan para pemangku kepentingan terus berkoordinasi. (*)

KOMENTAR