--> Temu Nasional XII BEMNus di Surabaya, Presiden Mahasiswa ULB Ziarah ke Makam Tokoh | suluh sumatera

Temu Nasional XII BEMNus di Surabaya, Presiden Mahasiswa ULB Ziarah ke Makam Tokoh

Bagikan:

Temu Nasional XII BEMNus di Surabaya, Presiden Mahasiswa ULB Ziarah ke Makam Tokoh


LABUHANBATU

suluhsumatera : Jawa Timur merupakan salah satu daerah para wali dan tokoh besar bangsa.


Disela kegiatan Temu Nasional BEM Nusantara ke XII di Kampus Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Presiden Mahasiswa Universitas Labuhan Batu, Ferry Setiawan yang merupakan peserta pada kegiatan itu, menyempatkan diri berziarah ke makam Sunan Ampel, KH. Hasyim Asy'ari, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur).


Ferry kepada wartawan, Sabtu (13/3/2021) menyampaikan, pertama melakukan ziarah ke makam Alm. Ahmad Rahmatilah (Sunan Ampel) yang berada di Kel. Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya, Jumat (12/3/2021).


Sunan Ampel merupakan salah satu diantara Wali Songo, yang menyebarkan agama Islam di Nusantara, tepatnya di pulau Jawa dengan metode dakwahnya dikenal dengan Moh limo.


Tugas Sunan Ampel adalah meng-Islamkan masyarakat Jawa yang pada saat itu mayoritas penduduknya beragama Hindu dibawah kekuasaan Majapahit. Sunan Ampel kemudian mendirikan pesantren di wilayah Ampel Denta.


Ferry menyebutkan, sampai saat ini makam salah satu sunan masih tetap ramai dikunjungi peziarah, walaupun ditengah pandemi Covid-19. 


"Antusias masyarakat yang dari luar Pulau Jawa, datang berbondong-bondong  berziarah," ujarnya.


Lanjut Ferry, pada malam hari ia dan sejumlah peserta berziarah ke makan Alm. KH. Hasyim Asy'ari dan Alm. KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) di Jl. Irian Jaya Tebuireng, Cukir, Kec. Diwek, Kab. Jombang.


Ferry mengatakan, makam Alm. KH. Hasyim Asy'ari dan Alm. KH. Abdurrahman Wahid yang berlokasi di Pesantren Tebuireng, hingga saat ini belum dapat dibuka, karena kondisi Covid-19.


Ferry mengatakan, menurut  informasi dari pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, wisata religi makam Alm. Gus Dur ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. 


Pihaknya tidak ingin mengambil risiko ditengah kasus Covid-19. Gus Kikin menjelaskan, makam Gus Dur letaknya berdampingan dengan asrama santri. 


Karena peziarah juga berasal dari daerah yang jauh, sehingga pihaknya tidak mau mengambil risiko yang dapat menyebabkan terjadinya penyebaran Covid-19. 


"Bagi kami keselamatan santri lebih utama dalam hal ini, kita dititipi wali santri, maka kami yang bertanggung jawab atas semua santri," kata Fery menirukan ucapan Gus Kikin.


Ferry menyampaikan, peziarah hanya boleh melakukan ziarah kubur dari luar pagar dengan mematuhi protokol kesehatan. Namun walaupun kondisi demikian, peziarah masih tetap ramai.


Ferry berharap setelah melakukan ziarah kubur tersebut, dapat meneladani sifat Sunan Ampel, KH. Hasyim Ashari serta KH. Abdurrahman Wahid dan selalu diberi keberkahan, khususnya untuk Kampus Biru (Universitas Labuhan Batu) dan masyakarat Sumatera Utara. (*/sya/ril)

KOMENTAR