--> Terjadi Lagi di Asahan, Giliran Suami Siram Istri dan Anak Pakai Air Keras | suluh sumatera

Terjadi Lagi di Asahan, Giliran Suami Siram Istri dan Anak Pakai Air Keras

Bagikan:

Terjadi Lagi di Asahan, Giliran Suami Siram Istri dan Anak Pakai Air Keras


ASAHAN


suluhsumatera : Setelah sebelumnya publik di Kab. Asahan heboh dengan peristiwa seorang suami yang disiram air keras yang didalangi istrinya sendiri.


Peristiwa serupa kembali terulang. Kini, giliran suami yang tegas menyiramkan air keras terhadap istri dan anaknya.


Diduga peristiwa itu dilatarbelakani api cemburu, seorang suami di Air Joman menyiram air keras ke tubuh istri dan anaknya, Kamis (6/1/2022), di Jalan Pelita, Lingkungan XV, Kel. Binjai Serbangan, Kec. Air Joman, Kab Asahan. 


Pelaku NS, 37 warga Desa Banjar, Kec. Air Joman, nekat menyiram air keras kepada istrinya, SK, 43 dan anaknya, KPS, 13.


Kedua korban disiram air keras saat mereka berboncengan di jalan. Dimana keduanya baru tiba di Air Joman, yang datang dari Deli Serdang.


Salah seorang saksi mata, Pairin, 49 mengaku, kejadian tersebut, pada Kamis pagi. Dimana sepeda motor yang dikendarai kedua korban dan anaknya dipepet oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor Yamaha RX King.


Dalam aksinya, NS membawa sekantong plastik cairan yang diduga air keras dan dipecahkan di bagian kepala korban.


"Kejadiannya seketika begitu cepat, tiba-tiba saja ibu itu kepanasan dan wajahnya seperti melepuh. Usai melempar, NS langsung menancap gas sepeda motornya dan kabur meninggalkan korban," ujar Pairin.


Setelah peristiwa tersebut, kedua korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.


Kini, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu telah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Asahan.


Di tempat berbeda, korban, Sukesih ketika dikonfirmasi, Jumat (7/1/2022) melalui seluler mengaku, pelaku melakukan aksi nekad penyiraman tersebut diduga akibat cemburu terhadapnya yang bekerja di luar kota.


"Sayakan bekerja di Lubuk Pakam, suami saya di Air Joman, Asahan. Namun, saya saat itu tidak pulang ke Kisaran. Baru sekali itu saya tidak pulang. Biasanya kalau saya libur, saya pulang ke Kisaran kok," ujarnya.


Sukesih juga mengaku, dirinya dengan suami belum berpisah, hanya saja masalah jarak antara keduanya. Dia juga mengaku kalau dia ke Kisaran mau mengurus surat pindah sekolah anaknya.


"Suami saya itu memang memiliki sikap yang tempramen dan arogan, sehingga sering memarahi saya tanpa sebab. Sikapnya memang seperti itu, dia itu arogan, dia tidak bisa berbicara bagus bagus dengannya," jelas Sukesih.


Dia berharap suaminya itu segera ditangkap pihak kepolisian dan diberi ganjaran yang berat.


"Karena dia itu telah membuat wajah saya cacat, mata saya juga jadi rusak dan kabur," katanya.


Terpisah, Wakapolsek Air Joman, Iptu. M. Pakpahan ketika dikonfirmasi, Jumat (7/1/2022) melalui seluler, membenarkan peristiwa penyiraman air keras seorang suami pada istri dan anaknya.


"Benar, pada Kamis (6/1) telah terjadi tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh suami korban. Hingga kini kasusnya masih dilakukan lidik dengan  memburu pelaku," sebut Pakpahan.


Sementara Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP. Rahmadani, SH, MH ketika dikonfirmasi, Jumat (7/1/2022) melalui seluler, tidak memberikan keterangan apapun. (dri)

KOMENTAR