Pasca Bencana, Krisis BBM di Padangsidimpuan Makin Parah, Antrean SPBU Capai 500 Meter, Harga Ketengan Tembus Rp25–30 Ribu
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Krisis baru kembali muncul usai bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padangsidimpuan.
Setelah air surut, kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) kini menjadi persoalan yang semakin mendesak.
Antrean kendaraan di berbagai SPBU mengular hingga mencapai 500 meter, sementara harga BBM eceran di luar SPBU meroket tak terkendali.
Putusnya akses jalan Padangsidimpuan–Sibolga akibat longsor membuat distribusi BBM terhenti total.
Selama ini, suplai BBM ke Padangsidimpuan datang dari Kilang Pertamina Sibolga.
Namun dengan jalur terputus, SPBU terpaksa menempuh jarak jauh dengan menjemput pasokan BBM langsung dari Dumai, Provinsi Riau.
Kondisi ini membuat warga semakin kesulitan. Salah seorang pengendara sepeda motor yang ditemui tengah mengantre di SPBU Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Sabtu (29/11/2025), mengaku sudah menunggu selama tiga jam.
Namun ketika antreannya hendak sampai ke dispenser, BBM justru telah habis.
“Sudah tiga jam aku antre, bang. Pas tinggal beberapa jelang giliranku, tiba-tiba petugas bilang sudah habis,” keluhnya dengan nada kecewa.
Ia kemudian mendengar kabar bahwa tidak jauh dari SPBU terdapat warga yang menjual Pertalite secara eceran dengan harga selangit.
“Ada yang jual Rp.25.000 per liter, bang. Tidak jauh dari situ pun ada yang jual Rp.30.000 per liter," ungkapnya.
Namun, ia hanya membawa uang Rp.20.000. Akibatnya, ia terpaksa mendorong motornya pulang.
“Terpaksalah aku dorong motor ini, bang. Tak cukup uangku,” tambahnya sambil menggeleng.
Ia berharap pihak kepolisian segera turun tangan menindak tegas penjual BBM ketengan yang dinilai mengambil kesempatan di tengah situasi bencana.
“Harapanku, polisi bertindaklah. Sudah keterlaluan kali ini, bang. Janganlah pula ada yang cari untung dari kesusahan orang,” tutupnya.
Situasi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga akses jalur Padangsidimpuan–Sibolga kembali normal dan distribusi BBM dari Pertamina dapat berjalan lagi.
Warga juga berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mencegah krisis semakin meluas.
(baginda)


Comments