Hampir Dua Bulan Setelah Bencana, Ular Berbisa Bermunculan di Marancar Tapsel
TAPANULI SELATAN
suluhsumatera : Hampir dua bulan setelah bencana alam yang melanda Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, fenomena tak biasa kini meresahkan warga.
Kemunculan ular-ular berbisa dilaporkan terjadi di Desa Simaninggir dan wilayah Aek Malakkut.
Ular Piton Ukuran Besar Ditemukan di Lokasi Longsor
Di lokasi longsor Aek Malakkut, petugas bersama aparat Desa Simaninggir menemukan seekor ular piton berukuran besar saat membersihkan material longsoran.
Ular tersebut diperkirakan sebesar paha orang dewasa dengan panjang sekitar lima meter.
Temuan ini mengejutkan petugas karena sebelumnya jarang terlihat ular berukuran sebesar itu di kawasan tersebut.
Dua Ular Kobra Muncul di Jalan Desa
Tak hanya di Aek Malakkut, warga Desa Simaninggir,Kamis (15/01/2026), juga melaporkan kemunculan dua ekor ular kobra di badan jalan desa.
Kedua ular berbisa itu diperkirakan memiliki panjang sekitar dua meter, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga yang kerap melintas.
Aparat Desa Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Menanggapi kejadian tersebut, Sekretaris Desa Simaninggir, Alex Ritonga, mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga keselamatan anak-anak.
“Entah pertanda apa ini. Setelah bencana, banyak sekali bermunculan ular berbisa. Di tanjakan Aek Malakkut saja, ular piton berukuran besar muncul. Padahal sebelumnya ular berbisa jarang terlihat di sini, meskipun wilayah kami dikelilingi hutan dan lahan pertanian,” ungkap Alex.
Petani Diminta Lebih Berhati-hati
Alex juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas ke ladang dan kebun.
Mengingat mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani, potensi pertemuan dengan satwa liar dinilai semakin tinggi pasca perubahan lingkungan akibat bencana.
“Kami mengimbau warga agar selalu waspada saat ke ladang, dan anak-anak agar terus diawasi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk melakukan langkah antisipatif, guna mencegah risiko korban akibat kemunculan ular berbisa di wilayah pasca bencana tersebut.
(Baginda Ali Siregar)


Comments