Viral! Bandar Narkoba di Pangkatan Tidak Kunjung Tertangkap, Warga Gelar Aksi Bentang Spanduk
LABUHANBATU
suluhsumatera : Semakin hari peredaran Narkoba jenis sabu marak di Kecamatan Pangkatan.
Namun, bandar besar yang kerap disebutkan masyarakat berinisial AS warga Desa Kampung Padang, belum dapat diamanakan pihak berwajib.
Atas keresahan masyarakat terkait peredaran sabu di wilayah tersebut, masyarakat desa melakukan aksi bentang spanduk kritikan minimnya pemberantasan Narkoba di daerah itu.
Spanduk yang bertuliskan " Inilah Kampung Narkoba, Bandar Bebas Menjual, Pengedar Bebas Berkeliaran” spanduk itu terbentang di Dusun Sidodadi A, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Labuhanbatu, (16/1/2026).
Aksi warga itupun langsung direspon pihak kepolisian dari Polsek Bilah Hilir, dimana pihak Polsek melakukan sambang desa mendengar langsung dari masyarakat atas keresahan masyarakat atas maraknya peredaran Narkoba di wilayah tersebut.
Dalam aksi itu, masyarakat Dusun Sidodadi A, B dan C menyampaikan keluhannya yang diwakilkan oleh Jarno. Akibat dari aktifnya peredaran sabu di kampung ini pencurian merajalela.
“Sangat resah dengan meningkatnya kasus pencurian, dikarenakan adanya peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Desa Kampung Padang ini,” ujarnya.
Jarno mengakui, menaikan spanduk kritikan bebasnya Narkoba di Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu ini bersama masyarakat, pada Jumat 16 Januari 2026 sekira pukul 09.00 WIB.
“Bersama masyarakat kita naikan spanduk itu, tidak ada maksud dan tujuan untuk menyudutkan atau menjatuhkan citra Polri dalam peredaran Narkoba di wilayah ini. Namun semata-mata meminta komitmen untuk memberantas Narkoba di Desa Kampung Padang yang kami cintai ini,” tegas Jarno.
Hal serupa juga disampaikan Muji, selaku Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) yang meminta keseriusan pihak kepolisian Polsek Bilah Hilir dalam hal pemberantasan Narkoba di Desa Kampung Padang.
“Kita pinta keseriusan polisi untuk pemberantasan narkoba di Desa Kampung Padang, yang sangat meresahkan masyarakat yang berdampak meningkatnya kasus pencurian di desa ini,” ujar Muji.
Disisi lain Harmansyah selaku tokoh masyarakat setempat menjelaskan dampak peredaran narkotika jenis sabu-sabu, khususnya Desa Kampung Padang.
Menurutnya, pencurian buah kelapa sawit semakin meningkat, belum lagi pencurian lainnya, akibat dari ganasnya pengaruh sabu-sabu.
“Saya yang menempah spanduk yang terpasang tersebut. Karena keluhan dan keresahan masyarakat atas maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Dampak dari peredaran sabu itu pencurian,” sebutnya.
Harmansyah menambahkan, pernah pada suatu Subuh sekira pukul 05.00 WIB, ia hendak melaksanakan salat dan menjumpai orang membawa buah kelapa sawit dengan mengendarai sepeda motor, yang ternyata hasil pencurian.
Menanggapi keluhan masyarakat atas maraknya peredaran sabu-sabu di Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Labuhanbatu, Kapolsek Bilah Hilir, AKP. Armen Faisal beserta jajaran Subsektor Pangkatan berkomitmen memberantas jaringan Narkoba dari pengedar dan pemasok barang haram tersebut.
“Polsek Bilah Hilir berkomitmen dan serius memberantas Narkoba dari pengedar dan pemasoknya. Dalam pemberantasan Narkoba Polri tidak dapat bekerja sendiri. Harapan kami masyarakat mendukung dan bekerjasama dengan memberikan informasi, identitas kami rahasiakan,” ucap Armen.
Dihadapan masyarakat dan angkotnya Armen juga menyampaikan, jika ada informasi terkait Narkoba segera menghubungi dan berkoordinasi melalui Bhabinkamtibmas, Kanit Reskrim dan Kasubsektor Pangkatan.
Usai bermediasi dengan masyarakat yang merasa resah atas peredaran sabu, spanduk yang dibentang masyarakat hanya bertahan beberapa jam, kemudian diturunkan secara bersama-sama.
(Azhari)


Comments