Bangun Siregar Tegas: Tak Perlu Dalil Lagi, PT. AR Wajib Ditutup Permanen
TAPANULI SELATAN
suluhsumatera : Bangun Siregar, SH, selaku praktisi hukum sekaligus pengacara, menegaskan penolakannya secara tegas terhadap rencana PT. Agincourt Resources (PT. AR) untuk kembali beroperasi di Tambang Emas Martabe, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).
Tegas Tolak Operasional Kembali PT. AR
Ia mendukung penuh keputusan pemerintah pusat mencabut izin operasional perusahaan tersebut karena potensi kerusakan lingkungan dan ancaman bencana yang dinilai semakin nyata.
Menurutnya, keputusan pencabutan izin merupakan langkah tepat yang mengutamakan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah Tapanuli Selatan.
“Siapapun yang akan mengelola tambang emas, dipastikan akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan mengancam keselamatan warga di hilir Sungai Batang Toru. Oleh karena itu, tambang emas harus ditutup secara permanen. Saya sepakat PT. AR tutup total, tak perlu lagi banyak dalil,” ujarnya tegas.
Risiko Bencana dan Ancaman Danau Limbah
Bangun menambahkan, risiko bencana seperti longsor dan banjir yang terjadi beberapa bulan lalu semakin memperkuat alasan agar PT. AR tidak diizinkan kembali beroperasi.
Ia juga menyoroti keberadaan danau limbah di area tambang yang berpotensi menimbulkan dampak besar apabila terjadi kebocoran atau jebol, sehingga keselamatan warga Batang Toru harus menjadi prioritas utama.
Dukungan Sejumlah Organisasi
Selain Bangun Siregar, sejumlah organisasi di Tapanuli Selatan seperti PC GM FKPPI 0212 Tapsel, Waktu Indonesia Bergerak (WIB) Tapsel, Lumbung Informasi Rakyat Indonesia (LIRA) Tapsel, serta Parsadaan Marga Pulungan, turut menyuarakan penolakan terhadap rencana operasional kembali PT. AR.
Mereka menilai wilayah lingkar tambang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi dan aktivitas pertambangan berpotensi memperbesar risiko longsor, banjir, serta kerusakan ekosistem yang berdampak langsung pada masyarakat.
(Baginda Ali Siregar)


Comments