Lurah Padangmatinggi Ultimatum PT. Nindya Karya agar Pekerja Luar Daerah Melapor ke Kepling III
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Lurah Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Elinar Siregar, secara resmi melayangkan surat kepada pihak PT. Nindya Karya terkait keberadaan para pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Lingkungan III, Kelurahan Padangmatinggi.
Surat Resmi Dilayangkan, Perusahaan Diminta Tertib Administrasi
Surat tersebut berisi ultimatum agar seluruh pekerja, khususnya yang berasal dari luar daerah, wajib melapor kepada Kepala Lingkungan (Kepling) III sebagai bentuk kepatuhan administrasi wilayah.
Elinar Siregar menegaskan, langkah ini bukan untuk menghambat jalannya proyek, melainkan memastikan seluruh pekerja yang berada di wilayahnya terdata dengan jelas.
“Kita ingin semuanya tertib administrasi. Siapa yang tinggal dan bekerja di wilayah ini harus jelas identitasnya. Ini demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tegasnya.
Antisipasi Dampak Sosial di Tengah Masyarakat
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif guna mencegah potensi dampak sosial di tengah masyarakat, mengingat lokasi proyek Sekolah Rakyat berada tepat di Lingkungan III.
Selain itu, pihak kelurahan ingin mengetahui secara pasti jumlah pekerja luar daerah yang terlibat dalam proyek yang ditargetkan rampung pada Juli 2026 tersebut.
Menurut Lurah, pendataan tenaga kerja penting untuk meminimalisir potensi gesekan sosial sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di lingkungan sekitar proyek.
Warga Soroti Minimnya Keterlibatan Tenaga Kerja Lokal
Di sisi lain, sejumlah warga Lingkungan III menyampaikan keluhan terkait komposisi tenaga kerja di proyek tersebut.
Mereka menilai pekerja luar daerah lebih dominan dibandingkan warga setempat.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika kebutuhan ekonomi masyarakat meningkat.
“Di sini masih banyak warga yang mau bekerja. Tapi yang diterima justru lebih banyak dari luar,” ungkap salah seorang warga.
Warga berharap perusahaan lebih memberi prioritas kepada tenaga kerja lokal sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar proyek.
Pihak Perusahaan: Terima Pekerja Lokal Asal Disiplin
Menanggapi keluhan tersebut, Ilham Syaputra dari pihak PT. Nindya Karya menyatakan bahwa perusahaan tetap membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, selama memiliki komitmen dan etos kerja yang baik.
“Harus betul-betul mau kerja, Pak. Pernah ada pekerja lokal jam 11 siang sudah pulang dan tidak kembali lagi bekerja,” ujarnya beberapa hari lalu.
Namun pernyataan itu memicu reaksi warga yang menilai alasan tersebut sebagai bentuk pembelaan diri perusahaan.
Dinilai Kurang Libatkan Kearifan Lokal
Sebagian masyarakat bahkan menilai perusahaan kurang maksimal melibatkan potensi lokal dan kurang proaktif berkoordinasi dengan aparatur lingkungan.
“Mungkin karena ini proyek program Presiden, jadi mereka anggap remeh warga lokal. Harusnya perusahaan yang datang melapor ke Kepling, bukan sebaliknya,” ujar warga lainnya.
Warga menilai komunikasi yang baik antara perusahaan dan aparatur lingkungan sangat penting demi menghindari kesalahpahaman.
Surat Belum Dibalas, Perusahaan Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini diturunkan, surat yang dilayangkan pihak Kelurahan Padangmatinggi kepada PT. Nindya Karya disebut belum mendapat balasan resmi.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pihak perusahaan terkait surat tersebut juga belum mendapat tanggapan.
Meski demikian, pihak kelurahan menegaskan tetap membuka ruang komunikasi dan berharap perusahaan segera merespons demi terciptanya hubungan harmonis antara pelaksana proyek dan masyarakat sekitar.
(Baginda Ali Siregar)


Comments