Proyek SR di Padangsidimpuan Disorot: Data Pekerja Luar Daerah, Jalan Berdebu dan Berlumpur
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang dikerjakan oleh PT. NK di Lingkungan III, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan menuai sorotan dari warga dan aparat lingkungan.
Sejumlah persoalan mencuat, mulai dari belum dilaporkannya data pekerja luar daerah hingga dampak aktivitas proyek terhadap kondisi jalan yang berdebu dan berlumpur.
Data Pekerja Luar Daerah Belum Dilaporkan
Kepala Lingkungan III Padangmatinggi, Abdul Muis mengungkapkan, pihak kontraktor hingga kini belum melaporkan data pekerja yang berasal dari luar daerah kepada pihak lingkungan maupun kelurahan.
“Sudah sekitar satu bulan pihak kontraktor belum melaporkan data pekerja dari luar daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pelaporan data tersebut sangat penting sebagai bentuk pengawasan dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
Dengan adanya data tersebut, pihak lingkungan akan lebih mudah melakukan koordinasi apabila terjadi persoalan yang melibatkan para pekerja.
“Mereka cukup banyak dan menyewa rumah serta gedung di lingkungan ini. Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, kami bisa dengan mudah meminta pertanggungjawaban,” tambahnya.
Warga Keluhkan Debu di Jalan Perintis Kemerdekaan
Selain persoalan administrasi, dampak aktivitas proyek terhadap lingkungan juga dikeluhkan warga, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.
Ahmad Fauzi Harahap, warga Lingkungan II Padangmatinggi, mengaku terganggu dengan debu yang beterbangan akibat lalu lalang kendaraan proyek, terutama saat cuaca panas.
“Setiap siang hari saat matahari terik, saya terpaksa menutup hidung dan mulut karena debu yang berterbangan,” katanya.
Jalan Berlumpur, Kontraktor Dinilai Kurang Responsif
Tidak hanya debu, kondisi jalan yang kerap berlumpur akibat material proyek yang tercecer juga menjadi sorotan.
Warga menilai pihak kontraktor belum maksimal dalam melakukan pembersihan jalan.
Ahmad Fauzi bahkan menilai kontraktor terkesan abai terhadap kondisi tersebut.
“Pembersihan tidak maksimal. Kami melihat seperti ada pembiaran, seolah-olah kontraktor tidak peduli dengan dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.
Pedagang Minta Tanggung Jawab Perusahaan
Keluhan juga datang dari para pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.
Mereka merasa dirugikan akibat debu yang dinilai mengganggu kenyamanan pembeli.
Para pedagang berharap pihak perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Harusnya mereka bertanggung jawab. Debu ini membuat pembeli tidak nyaman dan menganggap dagangan kami kotor,” ujar salah seorang pedagang dengan nada kesal.
Harapan Warga: Evaluasi dan Tindakan Nyata
Warga berharap PT. NK sebagai pelaksana proyek dapat lebih memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas pembangunan.
Selain itu, koordinasi dengan aparat setempat dinilai penting guna menjaga ketertiban dan kenyamanan di tengah masyarakat.
Jika tidak segera ditangani, sebut warga lainnya, persoalan ini dikhawatirkan dapat menimbulkan ketegangan antara warga dan pihak pelaksana proyek.
Sementara itu, pihak pelaksana proyek di hubungi melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum memberi tanggapan.
(Baginda Ali Siregar)


Comments