Sejumlah Warga di Labusel Keluhkan Barcode BBM Tidak Dapat Digunakan
KOTAPINANG
suluhsumatera : Sejumlah warga di Kab. Labusel, mengeluhkan barcode atau kode QR BBM tiba-tiba tidak dapat lagi digunakan untuk membeli Biosolar di SPBU.
Belum diketahui pasti apa penyebab kode QR BBM tersebut dihapus.
Permasalahan ini mencuat setelah sejumlah pengendara menggunakan barcode untuk membeli BBM jenis Biosolar di SPBU, namun sistem tidak lagi mengenali data pengguna.
Ketika diakses melalui aplikasi, data kendaraan maupun identitas yang sebelumnya terdaftar disebut hilang.
"Tadi saya gunakan kode QR untuk beli Biosolar di SPBU, tapi tidak dapat digunakan. Sebelumnya memang ada pemberitahuan, kode QR saya dihapus," kata Deni, 43 warga Kel. Kotapinang, Kec. Kotapinang, Minggu (5/4/2026).
Sementara itu, dilansir di laman Kompas.com, pada Sabtu (4/4/2026), Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, perusahaan tengah mengevaluasi sistem penyaluran Pertalite dan Biosolar.
"Saat ini Pertamina Patra Niaga sedang melaksanakan evaluasi sistem melalui proses pembaruan dan penyesuaian data konsumen,” ujar Roberth kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, pembaruan dilakukan untuk mencocokkan data pengguna dengan kepemilikan kendaraan. Langkah ini juga diklaim untuk memastikan subsidi tepat sasaran.
"Kegiatan ini merupakan aktivitas rutin yang dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas data dan optimalisasi layanan distribusi BBM subsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Dampaknya, sebagian data konsumen menjadi tidak aktif. Pengguna yang terdampak diminta mendaftar ulang agar bisa kembali mengakses BBM subsidi.
"Proses pendaftaran ulang dapat dilakukan seperti sebelumnya dengan proses yang mudah dan cepat sehingga masyarakat yang berhak dapat kembali menikmati layanan BBM subsidi dengan lancar," ucap Roberth.
(*/sya/net)


Comments