Desak Klarifikasi Dugaan Korupsi CSR, Massa WIB dan Mahasiswa Sweeping Kantor Bupati Tapsel
TAPANULI SELATAN
suluhsumatera : Puluhan massa Perkumpulan Waktu Indonesia Bergerak (WIB) bersama mahasiswa menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Kamis (21/5/2026).
Mereka menuntut klarifikasi terkait dugaan skandal dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disebut-sebut menyeret nama Bupati Tapanuli Selatan, GIP, saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI.
Massa Berhasil Masuk ke Area Lobi Kantor
Massa aksi tiba di kompleks Kantor Bupati Tapsel sekitar pukul 11.05 WIB. Setibanya di lokasi, para demonstran langsung melakukan orasi di depan kantor bupati.
Namun karena penjagaan dinilai minim, massa akhirnya berhasil memasuki area lobi kantor yang berada tepat di depan ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda).
Demonstran Desak Gus Irawan Beri Klarifikasi
Dalam orasinya, para demonstran menyampaikan kekecewaan dan keresahan atas mencuatnya dugaan kasus korupsi dana CSR BI dan OJK yang menyeret nama tokoh daerah tersebut.
Mereka meminta GIP segera memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat Tapanuli Selatan.
“Kami sebagai putra-putri Tapsel merasa malu jika benar ada keterlibatan dalam dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK. Kami meminta Bupati Tapsel memberikan klarifikasi kepada publik,” teriak salah satu orator aksi.
Situasi Memanas, Massa Lakukan Sweeping
Situasi sempat memanas lantaran tidak ada pihak dari sekretariat pemerintah daerah yang memberikan tanggapan maupun menemui massa aksi.
Kondisi itu membuat para pengunjuk rasa mencoba melakukan sweeping ke sejumlah ruangan pejabat di lingkungan Kantor Bupati Tapsel.
Seruan “Tangkap Bupati Tapsel” Menggema
Seruan “Tangkap Bupati Tapsel” berulang kali menggema di dalam gedung kantor bupati yang berlantai dua tersebut.
Massa juga berupaya naik ke lantai dua untuk mencari keberadaan pejabat pemerintah daerah.
Polisi Datang dan Lakukan Pengamanan
Tidak lama kemudian, aparat dari Polres Tapanuli Selatan tiba di lokasi dan langsung melakukan pengamanan.
Kehadiran aparat kepolisian berhasil menahan massa agar tidak melakukan sweeping lebih luas ke ruangan pejabat lainnya.
Negosiasi Berujung Pengecekan Ruangan
Setelah dilakukan negosiasi antara aparat keamanan dan koordinator aksi, akhirnya disepakati dua orang perwakilan massa bersama tiga wartawan diperbolehkan melakukan pengecekan ke sejumlah ruangan pejabat.
Bupati dan Pejabat Disebut Sedang di Aek Bilah
Dari hasil pengecekan tersebut, diperoleh informasi bahwa Bupati Tapanuli Selatan beserta sejumlah pejabat sedang berada di Kecamatan Aek Bilah dalam rangka menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam orasi penutupnya, massa aksi menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.
Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi lanjutan di Jakarta dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengusut dugaan skandal dana CSR BI dan OJK tersebut.
“Bila memang Gus Irawan terlibat dalam korupsi CSR BI dan OJK itu, maka harus segera ditangkap. Namun jika tidak terbukti, beliau juga harus segera memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak terus menjadi pergunjingan di tengah masyarakat Tapsel,” ujar Bangun Siregar, salah seorang praktisi hukum di Tapanuli Selatan.
(BAS)

Comments