Gawat! Listrik di Labusel Padam Lebih dari 24 Jam
KOTAPINANG
suluhsumatera : Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, pada Jumat malam (22/5/2026).
Di sejumlah wilayah di Kab. Labusel, pemadaman terjadi hingga 24 jam. Kondisi tersebut membuat warga kesal, karena mengganggu aktivitas dan perekonomian.
Berdasarkan informasi diterima wartawan, pemadaman listrik terjadi di seluruh wilayah Kab. Labusel, sejak Jumat malam sekira pukul 18.45 WIB.
Pada Sabtu pagi (23/5/2026) sekira pukul 08.00 WIB, kondisi listrik di beberapa wilayah di Kec. Kotapinang, sudah kembali menyala, seperti di kawasan Simaninggir, Kel. Kotapinang, dan Desa Sosopan.
Sementara itu, beberapa wilayah lainnya masih mengalami pemadaman, seperti sebagian wilayah Kel. Kotapinang, Desa Sisumut, Desa Asam Jawa, dll.
Listrik baru benar-benar menyala sekira pukul 19.30 WIB, atau 24 jam setelah pemadaman terjadi.
“Listrik padam sejak Jumat malam, baru menyala kembali, pada Sabtu malam. Lebih dari 24 jam terjadi pemadaman di sejumlah wilayah di Kab. Labusel,” ungkap Masnur Ritonga, 41 warga Kel. Kotapinang.
Digilir Pemadaman
Sementara itu, pasca listrik menyala, pada Sabtu malam, beberapa wilayah yang sejak pagi listriknya sudah menyala, justru kembali terjadi pemadaman.
Beberapa wilayah yang mengalami pemadaman listrik tersebut, diantaranya sebagian wilayah Kel. Kotapinang, Desa Sosopan, Desa Hadundung, dan lain-lain.
“Kok jadi bergilir ini pemadamannya,” ujar Sulaiman, salah seorang warga.
Di tempat berbeda, Ketua GRIB Jaya Kab. Labusel, Abdullah M. N. Situmorang mengritik keras manajemen PLN khususnya wilayah Sumbagut, terlebih di Sumatera Utara terkait pemadaman listrik massal yang terjadi, pada Jumat malam.
Berdasarkan informasi yang beredar-luas, kata dia, pemadaman terjadi akibat kerusakan yang terjadi di wilayah Rumai, Muaro Bungo.
Menurutnya, informasi tersebut terkesan hanya akal-akalan semata. Sebab, di sejumlah wilayah di Sumatera Utara, banyak terdapat pembangkit listrik yang dikelola langsung oleh PLN, diantaranya PLTA Asahan IIII, PLTA Lau Renun, PLTA Sipansihaporas, PLTGU Sicanang, PLTGU Paya Pasni, PLTU Pangkalan Susu, dan PLTP Sarulla.
Seharunya kata dia, dengan banyaknya pembangkit tersebut, jika kerusakannya terjadi di provinsi lain, tidak akan berdampak di Sumatera Utara.
“Anehnya di Kab. Labusel, pihak PLN tidak memberikan penjelasan yang konkret kepada masyarakat. Padahal banyak kerugian akibat pemadaman ini,” timpalnya.
Ia pun mendesak PLN untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat akibat pemadaman yang terjadi.
Menurutnya, selama ini masyarakat juga mendapatkan sanksi dari PLN jika terlambat membayar tagihan listrik.
“Berapa milyar kerugian para pelaku usaha yang terpaksa libur karena listrik padam. PLN tidak boleh tinggal diam dan lepas tangan begitu saja,” pungkasnya.
(*/sya)

Comments