Lapor Pak Prabowo, 3 Bulan Ribuan Siswa di Padangmatinggi Tidak Dapat MBG, Orang Tua Keberatan
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Ribuan siswa di kawasan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dilaporkan sudah sekitar tiga bulan tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi tersebut memicu keluhan dan keberatan dari para orang tua siswa yang menilai anak-anak mereka kehilangan hak yang seharusnya diterima sebagaimana siswa di sekolah lain.
Orang Tua Pertanyakan Penghentian Program MBG
Salah seorang orang tua siswa SD Negeri 200212/2 Padangmatinggi, Muhammad Pinayungan Daulay, mengaku sangat kecewa atas terhentinya penyaluran MBG di sekolah anaknya.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dari para siswa yang selama ini telah menerima manfaat program tersebut.
Ia menuturkan, anaknya kerap bertanya mengapa mereka tidak lagi mendapatkan makanan bergizi gratis dari sekolah.
"Ayah, kenapa kami tidak dapat lagi MBG?" kata Pinayungan menirukan pertanyaan anaknya.
Menurutnya, sudah tiga bulan berlalu namun hingga kini belum ada kepastian mengenai kelanjutan program tersebut bagi siswa di Padangmatinggi.
"Kenapa anak-anak kami tidak dapat MBG lagi, sudah tiga bulan hak anak saya tidak diberikan," ujarnya dengan nada kesal.
Dinilai Tidak Adil Dibanding Sekolah Lain
Pinayungan menilai penghentian MBG di sekolah-sekolah di Padangmatinggi telah menimbulkan ketidakadilan bagi para siswa.
Pasalnya, di sejumlah sekolah lain di Kota Padangsidimpuan, program MBG masih tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Menurutnya, siswa di Padangmatinggi seolah menjadi pihak yang harus menanggung dampak dari persoalan yang terjadi pada penyelenggara program.
"Ini persoalannya kan lantaran SPPG waktu itu ketahuan membagikan roti berjamur, padahal tidak ada korban pada waktu itu," ungkapnya.
Orang Tua Siswa SMP Negeri 5 Juga Menyampaikan Keluhan
Keluhan serupa juga disampaikan B. Ali Siregar, orang tua siswa SMP Negeri 5 Padangsidimpuan yang berada di kawasan Padangmatinggi.
Ia menilai penghentian MBG selama tiga bulan merupakan perlakuan yang tidak layak diterima para siswa.
Menurutnya, anak-anak tidak seharusnya menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan administratif maupun teknis yang terjadi dalam pelaksanaan program.
"Selama tiga bulan siswa tidak mendapatkan MBG. Kondisi ini sangat keterlaluan dan harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah," ujarnya.
SPPG Ditutup Sementara Sejak Maret 2026
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Badan Gizi Nasional melalui surat tertanggal 4 Maret 2026 Nomor 693/D.TWS/03/2026 memutuskan penutupan sementara SPPG Padangmatinggi Lestari.
Namun hingga kini, fasilitas yang sebelumnya menyalurkan MBG kepada siswa SD Negeri 200211/1, SD Negeri 200212/2, dan SMP Negeri 5 Padangmatinggi tersebut belum kembali beroperasi.
Akibatnya, ribuan siswa penerima manfaat di tiga sekolah tersebut belum lagi memperoleh program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Orang Tua Minta Presiden Prabowo Turun Tangan
Merasa belum mendapatkan solusi yang jelas, para orang tua siswa berharap Presiden RI, Prabowo Subianto, dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami anak-anak mereka.
Mereka meminta agar seluruh siswa penerima manfaat mendapatkan perlakuan yang sama tanpa adanya perbedaan pelayanan antarwilayah maupun antar sekolah.
"Kami meminta kepada Bapak Presiden, bahwa anak kami diperlakukan secara adil dengan anak lainnya di negeri ini terkait MBG, sebab ini adalah program Bapak Presiden," pinta Muhammad Pinayungan Daulay.
Para orang tua berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Padangmatinggi, sehingga ribuan siswa dapat kembali menerima manfaat yang menjadi bagian dari upaya peningkatan gizi dan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia.
(BAS)

Comments