Rahmad Nasution: Ditengah Berduka Kamu Masih Sempat Pencitraan
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Koordinator Waktu Indonesia Bergerak (WIB) Wilayah Tabagsel, Rahmat Parlindungan Nasution, menyayangkan sikap yang dinilainya lebih mengedepankan pencitraan di tengah suasana duka yang dialami warga di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kritik itu ditujukan kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyusul peristiwa memilukan yang dialami warga Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse.
Duka Warga Akibat Jalan Rusak
Rahmad menyoroti kejadian tragis yang menimpa seorang ibu hamil bernama Tuti Daulay, pada 9 Mei 2026 lalu.
Akibat kondisi jalan rusak parah dan sulit dilalui kendaraan, korban disebut harus ditandu sejauh kurang lebih 30 kilometer, demi mendapatkan pertolongan medis.
Namun nahas, bayi yang dikandung Tuti disebut meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan maksimal.
Menurut Rahmad, peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa persoalan infrastruktur di wilayah pedalaman Tapanuli Selatan sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan langkah nyata dari pemerintah daerah.
Soroti Alasan Kawasan Hutan Lindung
Rahmad juga mempertanyakan alasan yang disampaikan Bupati Tapanuli Selatan terkait belum dibangunnya akses jalan karena wilayah tersebut masih berstatus kawasan hutan lindung.
“Sebelum menjadi bupati, Gus Irawan merupakan anggota DPR RI dua periode dari dapil Tapanuli Selatan. Jadi ke mana saja selama ini, jangan-jangan hanya memikirkan CSR,” ujar Rahmad.
Ia menilai alasan belum adanya izin pembukaan jalan tidak bisa terus dijadikan pembenaran atas kondisi yang telah berlangsung lama.
Kritik Kepemimpinan Keluarga
Rahmad turut menyinggung bahwa kepemimpinan di Kabupaten Tapanuli Selatan, sejak tahun 2010 hingga sekarang masih berada dalam lingkaran keluarga yang sama.
“Kan lucu, malah berdalih izin belum didapat,” katanya dengan nada kesal.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan solusi konkret dan percepatan pembangunan akses jalan, bukan sekadar penjelasan yang terus berulang setiap kali muncul keluhan dari warga.
Sebut Aktivitas di Medsos Hanya Pencitraan
Selain itu, Rahmad juga mengkritik unggahan di media sosial yang memperlihatkan Bupati Tapanuli Selatan bersama staf dan pengawalnya menggunakan sepeda motor trail menuju Dusun Aek Nabara.
Ia menilai konten tersebut justru terkesan mencari simpati publik di tengah penderitaan masyarakat.
“Bukan mencari solusi selanjutnya, malah postingan ban bocor, duduk di tebing dan memandang sekitar wilayah itu. Ini hanya pencitraan,” ujarnya.
Rahmad berharap tragedi yang dialami warga Dusun Aek Nabara menjadi perhatian serius pemerintah agar persoalan akses jalan di daerah terpencil segera mendapat penanganan nyata demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(bas)

Comments