Rumah Kosong Disulap Jadi Markas Sabu, Pemuda Desa Jadi Target, Polisi Bongkar Jaringan di Paluta
PADANG LAWAS UTARA
suluhsumatera : Dibalik sunyinya sebuah rumah kosong di Desa Rondaman Dolok, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, tersimpan ancaman besar bagi masa depan pemuda desa, yakni tempat peredaran sabu dan ganja.
Dari lokasi sepi inilah, barang haram diduga diedarkan secara diam-diam, menyasar kalangan muda yang rentan terjerumus.
Pengungkapan ini dilakukan personel Polsek Padang Bolak, Polres Tapanuli Selatan, yang berhasil mengamankan seorang pria berinisial NPS, 25. Sementara seorang rekannya berhasil melarikan diri saat petugas melakukan penindakan.
Kasat Resnarkoba Polres Tapanuli Selatan, AKP. Philip Antonio Purba saat dikonfirmasi, Rabu (06/05/2026) menegaskan, modus seperti ini semakin berbahaya karena pelaku memanfaatkan lokasi sepi dan jauh dari pengawasan warga.
“Kami melihat pola transaksi dilakukan di lokasi minim aktivitas warga, seperti rumah kosong yang sengaja dipakai untuk menghindari pantauan. Ini bukan sekadar transaksi narkoba, tapi ancaman nyata bagi masa depan generasi muda desa,” ujarnya.
Dari tangan pelaku, polisi menemukan narkotika jenis sabu dan ganja dalam beberapa kemasan kecil. Sebagian disembunyikan di dalam bungkus rokok dan lipatan kertas agar tidak mudah dicurigai.
Selain itu, petugas juga mengamankan alat hisap serta satu unit telepon genggam yang berisi percakapan terkait pemesanan dan pengantaran Narkoba.
Temuan itu menguatkan dugaan adanya jaringan yang lebih besar, bukan sekadar transaksi kecil antar pengguna.
“Dari isi chat handphone, terlihat jelas ada komunikasi pemesanan dan pengantaran. Artinya, ini bukan pemakaian biasa, tetapi sudah mengarah pada jaringan peredaran,” jelas AKP. Philip Antonio Purba.
Polisi menduga jaringan ini tidak hanya melibatkan dua orang di lokasi kejadian, tetapi memiliki keterkaitan dengan pihak lain yang kini masih dalam penyelidikan.
Satu pelaku yang berhasil melarikan diri juga telah dikantongi identitasnya dan saat ini masih dalam pengejaran.
“Satu pelaku yang kabur sudah kami identifikasi. Kami tidak akan berhenti sampai mata rantai peredaran ini benar-benar diputus,” tegasnya.
AKP. Philip menilai, peredaran narkotika di wilayah pedesaan kini jauh lebih mengkhawatirkan karena mulai menyasar kelompok usia produktif, terutama pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap dan mudah dipengaruhi lingkungan.
Menurutnya, ketika narkoba masuk ke desa, yang hancur bukan hanya kesehatan pengguna, tetapi juga masa depan keluarga dan harapan seluruh kampung.
“Narkoba di desa jauh lebih berbahaya. Ketika pemuda rusak, satu kampung ikut kehilangan masa depan,” pungkasnya.
(sule)

Comments