491 Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita di Hutaimbaru Jadi Sasaran Program MBG
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Upaya percepatan penanganan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hutaimbaru secara resmi meluncurkan sekaligus melakukan monitoring Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori B3 bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kamis (4/6/2026).
Peluncuran perdana program tersebut dipusatkan di Klinik Praktik Bidan Emmi Mariati Harahap, SKeb, Lingkungan II, Kelurahan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan.
Program MBG kategori B3 merupakan salah satu intervensi strategis pemerintah yang difokuskan kepada kelompok masyarakat rentan guna memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi sejak dini.
Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, serta bebas dari ancaman stunting.
Selain meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, program tersebut juga menjadi bagian penting dari upaya menurunkan angka stunting secara berkelanjutan di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kota Padangsidimpuan.
Menjangkau Tiga Kelurahan dan Ratusan Warga Penerima Manfaat
Dalam pelaksanaannya, Program MBG kategori B3 di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru menjangkau tiga titik posyandu yang berada di Kelurahan Hutaimbaru, Kelurahan Palopat Maria, dan Kelurahan Sabungan.
Dari hasil pendataan yang dilakukan, tercatat sebanyak 491 jiwa menjadi penerima manfaat langsung program tersebut. Mereka terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi secara berkelanjutan.
Peluncuran resmi ini juga menjadi bagian dari penguatan program yang telah berjalan selama dua bulan terakhir dan menunjukkan hasil yang positif di lapangan.
Dengan adanya monitoring berkala, kualitas makanan, ketepatan sasaran, serta kelancaran distribusi diharapkan semakin terjamin.
Libatkan Berbagai Unsur Pemerintah dan Pengawasan Lintas Sektoral
Kegiatan peluncuran dan monitoring turut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna memastikan program berjalan transparan dan akuntabel.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Balyan Siregar, SKM, MKes memberikan dukungan penuh melalui perwakilan staf yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan Dinas Kesehatan menjadi bukti bahwa aspek kesehatan, higienitas, dan standar mutu makanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru yang diwakili oleh Sekretaris Camat bersama Kasi Pemerintahan Rahmat Surya Siregar dan jajaran aparatur kecamatan lainnya.
Sementara itu, Lurah Hutaimbaru Nurcahaya Harahap beserta para kepala lingkungan turut hadir untuk memastikan validitas data penerima manfaat serta mengawal kelancaran distribusi program di wilayahnya.
Pengawasan Ketat untuk Menjamin Program Tepat Sasaran
Pengawasan terhadap program MBG juga melibatkan unsur kepolisian. Hadir mewakili Polres Padangsidimpuan, Kemala Lubis selaku Pengawas MBG yang bertugas memastikan seluruh proses distribusi berjalan sesuai ketentuan dan bebas dari potensi penyimpangan.
Sinergi lintas sektor semakin diperkuat dengan keterlibatan Yayasan Indonesia Terang Benderang melalui Irham Siregar bersama Kepala SPPG Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Abdul Rojak Hasibuan, serta para ahli gizi yang melakukan pengawasan terhadap kandungan nutrisi makanan yang disalurkan.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran.
Wujud Nyata Asta Cita Presiden Prabowo Menuju Indonesia Emas
Kepala SPPG Hutaimbaru, Abdul Rojak Hasibuan, menegaskan bahwa monitoring dilakukan secara serentak di seluruh titik pelayanan guna memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Hari ini kami melaksanakan monitoring Program MBG kategori B3 agar pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita benar-benar tepat sasaran serta berdampak terhadap peningkatan kesehatan masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh penerima manfaat yang berjumlah 491 orang dipantau langsung oleh kader-kader posyandu yang bertugas di lapangan sehingga pelaksanaan program dapat dievaluasi secara berkesinambungan.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan implementasi nyata dari visi besar Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi masa depan," pungkasnya.
(BAS)

Comments