Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Parulian Nasution Ingatkan Alam Mulai Enggan Bersahabat dengan Manusia
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Suara bumi kini terdengar semakin keras. Berbagai bencana dan kerusakan lingkungan yang terjadi belakangan ini menjadi isyarat bahwa alam mulai enggan bersahabat dengan manusia.
"Coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang," demikian ungkapan reflektif yang disampaikan oleh Parulian Nasution dalam renungannya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Menurut Parulian, bumi akan menjadi saksi atas seluruh perbuatan manusia. Setiap tindakan yang dilakukan terhadap lingkungan, baik menjaga maupun merusaknya, akan tercatat dalam sejarah kehidupan.
Bumi Menjadi Saksi Perbuatan Manusia
Parulian menegaskan bahwa bumi akan menceritakan segala yang terjadi di atasnya, mulai dari siapa yang menanam pohon, menebang hutan, menjaga sungai, hingga mereka yang mencemari tanah, air, udara, dan lingkungan.
“Siapa yang memelihara dan siapa yang merusak, hari ini kita diingatkan bahwa sesungguhnya bumi sedang berbicara tentang banjir, longsor, kekeringan, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga pencemaran laut dan udara,” ungkapnya.
Menurutnya, berbagai bencana yang terjadi saat ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan pesan yang harus dipahami manusia agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Pembangunan Jangan Abaikan Kelestarian Ekosistem
Parulian juga menyoroti maraknya pembukaan hutan atas nama pembangunan.
Menurutnya, aktivitas seperti pertambangan, perkebunan, maupun berbagai bentuk alih fungsi lahan sering kali dilakukan dengan alasan memenuhi kebutuhan energi dan pembangunan dunia.
Namun, di balik itu terdapat risiko besar terhadap keberlangsungan ekosistem yang kerap diabaikan.
“Seolah-olah burung dan satwa yang hidup di hutan itu sedang berbicara, bahwa dahulu mereka hidup tenang dan nyaman. Dahulu mengalir sungai yang jernih dan menjadi sumber kehidupan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini akan berdampak langsung pada kehidupan generasi mendatang jika tidak segera diantisipasi.
Alam Menyimpan Catatan Tentang Keserakahan Manusia
Dalam renungannya, Parulian mengatakan bumi memang tidak akan pernah menulis laporan, berbicara dengan bahasa manusia, ataupun menggelar konferensi pers.
Namun, setiap pohon yang tumbang, sungai yang semakin keruh, dan satwa yang menghilang merupakan rangkaian pesan yang menggambarkan perilaku manusia terhadap alam.
“Semua itu menjadi lukisan nyata tentang ulah manusia dan keserakahan yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT sebagai penguasa alam semesta,” tegasnya.
Momentum Kembali Membangun Harmoni dengan Alam
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Parulian mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menempatkan alam sebagai sahabat yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Semoga kita kembali pada jalan yang benar, sehingga hubungan manusia dengan alam semakin harmonis dan bersahabat,” pungkasnya.
Renungan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan kewajiban bersama demi keberlangsungan kehidupan di bumi untuk generasi sekarang dan masa depan.
(BAS)

Comments