La Furia Roja Berjaya! Parulian Nasution: Penguasaan Bola Jadi Kunci Taklukkan Argentina
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Parulian Nasution mengulas jalannya laga final Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina.
Menurutnya, pertandingan berlangsung sengit, penuh tensi tinggi, dan akhirnya dimenangkan Spanyol melalui gol tunggal Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.
Babak Pertama: Spanyol Dominan, Argentina Dipaksa Bertahan
Parulian menjelaskan, sejak peluit awal dibunyikan Spanyol langsung mengambil alih kendali permainan dengan tempo tinggi dan ritme cepat.
Tim berjuluk La Furia Roja tampil percaya diri mendikte jalannya pertandingan sehingga Argentina lebih banyak bertahan sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Menurutnya, hingga empat menit tambahan waktu babak pertama berakhir, skor masih bertahan 0-0 meski Spanyol mendominasi penguasaan bola dengan persentase sekitar 51 persen berbanding 45 persen.
"Pemain muda yang dipimpin Lamine Yamal terus bergerak cepat mengatur ritme dan mengalirkan umpan, membuat Lionel Messi dan rekan-rekannya lebih banyak mengejar bola," ujar Parulian.
Peluang Beruntun, Jantung Pendukung Albiceleste Berdebar
Sepanjang babak pertama, Spanyol beberapa kali menciptakan peluang emas yang membuat pendukung Argentina harus menahan napas.
Meski demikian, pertahanan Albiceleste masih mampu bertahan hingga turun minum. Tidak adanya gol memaksa pelatih Spanyol menyusun strategi baru demi memecah kebuntuan pada babak berikutnya.
Gol Ferran Torres Antar Spanyol Raih Gelar Dunia Kedua
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu.
Ferran Torres sukses mencetak gol setelah memanfaatkan bola hasil umpan silang Pedro Porro yang sempat diselamatkan Nico Williams di tiang jauh. Bola liar jatuh di area berbahaya, dan Ferran Torres yang berada di posisi ideal langsung melepaskan tendangan yang mengubah skor sekaligus memastikan kemenangan Spanyol.
Gol tersebut menjadi penentu keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya setelah sukses pertama pada tahun 2010.
"Membuat Argentina terpaksa pulang karena tidak mampu mempertahankan mahkota," kata Parulian.
Ketepatan Lebih Berharga daripada Kemewahan Teknik
Parulian menilai, jutaan penonton sebenarnya sudah bersiap menyaksikan drama adu penalti sebelum gol Ferran Torres tercipta.
"Pada saat itu jutaan mata penonton sudah pasrah bersiap menerima nasib lewat adu penalti. Itulah yang disebut bahwa ketepatan sering lebih berharga daripada kemewahan teknik," sebutnya.
Statistik Bicara, Emiliano Martinez Jadi Benteng Terakhir Argentina
Menurut Parulian, kemenangan Spanyol memang hanya selisih satu gol, namun cerita di balik laga tersebut jauh lebih besar.
Ia menyebut statistik pertandingan menunjukkan Spanyol menguasai sekitar 65 persen permainan dengan melepaskan sekitar 20 tembakan ke arah gawang.
Di sisi lain, penjaga gawang Argentina Emiliano Martinez tampil luar biasa dengan berkali-kali menggagalkan peluang berbahaya.
"Emiliano Martinez bekerja bagai pegawai teladan pada hari terakhir audit, sibuk dan waspada menyelamatkan keadaan. Kalau tidak demikian, mungkin Tango sudah selesai sebelum perpanjangan waktu," ungkapnya.
Spanyol Buktikan Kualitas Permainan Modern
Parulian menilai keberhasilan Spanyol merupakan hasil dari penguasaan bola yang matang, keberanian menyerang, serta strategi pergantian pemain yang efektif.
"Spanyol telah membuktikan permainan bukan sekadar teka-teki lama yang dipanaskan kembali. Penguasaan bola mereka sangat baik, keberanian menyerang tinggi, dan pemain cadangan yang segar mampu memberikan perubahan. Ketekunan akhirnya mengalahkan daya tahan lawan," tuturnya.
Ia menambahkan, meski pertandingan berlangsung jauh di New Jersey, Amerika Serikat, atmosfernya terasa begitu dekat karena perhatian dunia tertuju pada partai final Piala Dunia yang bergengsi tersebut.
"Begitu jauh dari New Jersey, tetapi terasa dekat karena dunia sedang mengarahkan matanya ke final Piala Dunia yang sangat bergengsi ini," tandas Parulian Nasution.
(BAS)

Comments