Sedimen Parit Jalan Perintis Kemerdekaan Sudah Sepekan Tak Diangkut, Warga Keberatan
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Tumpukan sedimen atau tanah hasil pengerukan parit di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, dikeluhkan warga.
Pasalnya, material tersebut telah dibiarkan menumpuk selama lebih dari satu minggu tanpa diangkut.
Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga dan para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan tersebut.
Warga Nilai Pekerjaan Tidak Tuntas
Salah seorang warga, Ridwan Siregar, mengaku keberatan dengan lambannya pengangkutan sedimen hasil pengerukan parit tersebut.
Menurut Ridwan, material tanah seharusnya langsung diangkut setelah pengerukan dilakukan agar tidak mengganggu lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
"Kalau dibiarkan seperti ini, tentu sangat mengganggu. Selain mengurangi kenyamanan, pedagang di sekitar sini juga merasa dirugikan karena tumpukan tanah berada di tepi jalan," ujarnya.
Ia berharap pihak terkait segera mengangkut sedimen tersebut sehingga kondisi lingkungan kembali bersih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
Pedagang Merasa Terganggu
Selain warga, para pedagang di sekitar lokasi juga mengaku terdampak akibat tumpukan sedimen yang belum dipindahkan.
Keberadaan material tersebut dinilai mengurangi kenyamanan pelanggan serta membuat kawasan terlihat kumuh.
Masyarakat berharap pekerjaan normalisasi parit tidak hanya berhenti pada proses pengerukan, tetapi juga diselesaikan hingga tahap pembersihan dan pengangkutan material.
Bersumber dari Anggaran Rutin Dinas PUTR
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kegiatan pengerukan parit tersebut merupakan pekerjaan yang bersumber dari anggaran rutin Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Padangsidimpuan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUTR Kota Padangsidimpuan belum memberikan tanggapan. Konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp belum mendapat respons.
(BAS)

Comments