Massa Koptan HKTI Asahan Bentrok dengan Satpam PT. BSP, 5 Warga Luka-luka, 2 Kaca Mobil Pecah
KISARAN
suluhsumatera : Ratusan massa Kelompok Tani (Koptan) dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Asahan mendatangi Kantor PT. BSP Kisaran, Kamis (13/8/20206).
Aksi damai ke kantor perusahaan kebun tersebut hendak mempertanyakan apa alasan PT. BSP Kisaran melakukan perusakan pada posko Koptan HKTI.
Namun belum sampai ke kantor kebun sawit swasta tersebut, massa Koptan disambut penghadangan dengan blokade jalan kebun menggunakan kawat berduri dan puluhan Satpam yang bersiap siaga bersenjata pentungan serta tameng juga membawa beberapa anjing untuk menghadang massa.
Ketegangan sempat terjadi saat massa berupaya memotong kawat berduri tersebut agar dapat masuk ke Kantor BSP. Aksi itu membuat deretan Satpam yang berjaga memperkokoh barisan dan menghalangi upaya warga.
Alhasil bentrokan fisik pun tidak terhindarkan. Satpam kemudian mengerahkan anjing untuk menghalau warga agar mundur dari lokasi.
Bukannya mundur, massa justru menyiram Satpam menggunakan air mineral. Namun, pelemparan itu pun dibalas sejumlah Satpam.
Diduga akibat pelemparan batu yang dilakukan oleh puluhan Satpam, kaca mobil pengeras suara pengunjuk rasa dan kaca mobil pengangkut massa Koptan pecah.
Hujan lemparan batu antara Satpam dengan massa Koptan pun terjadi. Beruntung, aksi itu akhirnya dapat dihentikan oleh sepasukan personel Sat Intelkam Polres Asahan.
Saat aksi lempar batu mereda, Hendra Syahputra, 43 salah seorang warga yang akan melerai rekannya adu mulut dengan Satpam tiba-tiba dikeroyok oleh puluhan Satpam.
Akibat pengeroyokan itu, pelipis mata kanan korban pecah dan tangan serta kepala luka-luka akibat kena pentungan.
Hendra pun langsung dibawa ke RSUD HAMS Kisaran untuk berobat dan melakukan visum guna melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Asahan.
Dalam peristiwa tersebut, lima warga Koptan mengalami luka-luka dan seluruhnya sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
"Ini perbuatan biadab dan sangat keji. Kami aksi damai datang ke kantor PT. BSP Kisaran untuk menanyakan kenapa posko kami dihancurkan. Tapi kami disambut dengan kawat berduri dan anjing serta puluhan Satpam yang bawa pentungan. Perusahaan kebun yang sudah habis HGU nya ini sangat otoriter sekali. Sudah layak pemerintah tidak memperpanjang HGU nya," ujar Syafruddin Harahap, koordinator aksi kepada wartawan.
"Dari kericuhan tersebut, ada lima anggota Koptan mengalami luka-luka yang dibawa ke rumah sakit. Selain itu, dua kaca mobil pecah karena dilempar Satpam," jelas Syafruddin Harahap, yang juga mengaku akan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Asahan.
(hendri)


Comments