Perdagangan Sumut–Malaysia Masih Terbuka Lebar, Konektivitas dan Rantai Pasok Jadi Kunci
MEDAN
suluhsumatera : Hubungan perdagangan antara Sumatera Utara dan Malaysia dinilai masih memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan, terutama melalui peningkatan konektivitas, efisiensi logistik, dan penguatan rantai pasok yang menghubungkan kedua wilayah.
Hal tersebut disampaikan Trade Commissioner MATRADE Jakarta, Mr. Suresh Kumar R. Palansanthiran dalam Networking Dinner Reception yang digelar di JW Marriott Hotel Medan, pada 10 September 2026, sebagai bagian dari rangkaian 32nd IMT-GT Ministerial Meeting.
Menurut Mr. Suresh, posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Semenanjung Malaysia merupakan salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan perdagangan.
Konektivitas antarpelabuhan di kedua wilayah, khususnya melalui jalur yang lebih langsung, berpotensi mempercepat distribusi barang sekaligus menekan biaya logistik.
Efesiensi dalam pergerakan barang tersebut tidak hanya berdampak pada kegiatan perdagangan, tetapi juga dapat memberikan manfaat lebih luas terhadap harga barang di pasar.
Pada saat yang sama, konektivitas yang semakin baik dapat mendukung perusahaan dalam membangun jaringan produksi, distribusi maupun investasi lintas negara.
Perdagangan yang Saling Melengkapi
Mr. Suresh menilai hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia telah memiliki fondasi yang kuat, ditopang oleh kedekatan geografis serta hubungan perdagangan dan bisnis yang telah berlangsung dalam waktu panjang. Kedua negara, menurutnya, memiliki kekuatan yang dapat saling melengkapi.
“We are complementing each other, not competing with each other,” ujar Suresh.
Ia juga mendorong kalangan usaha untuk tidak hanya melihat kondisi perdagangan yang ada saat ini, tetapi terus menggali ruang kerja sama baru dengan mengajukan pertanyaan, “What more can we do together?”
Peluang tersebut tercermin dari perkembangan perdagangan Sumatera Utara dengan Malaysia.
Data MATRADE menunjukkan, impor Sumatera Utara dari Malaysia pada periode Januari–Juli 2026 mencapai US$501,77 juta, atau meningkat 11,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, ekspor Sumatera Utara ke Malaysia tercatat sekitar US$277,45 juta.Menariknya, sekitar 79,85 persen impor Sumatera Utara dari Malaysia pada periode tersebut terdiri atas bahan baku dan barang antara (raw materials and intermediate goods).
Komposisi ini menunjukkan adanya keterkaitan yang cukup erat antara perdagangan kedua wilayah dengan kebutuhan industri dan kegiatan produksi di Sumatera Utara.
Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi perusahaan Malaysia untuk berkontribusi lebih jauh dalam rantai pasok industri di Sumatera Utara.
Sejumlah sektor yang memiliki potensi antara lain machinery and equipment, food processing, chemicals, packaging, logistics, healthcare, building materials, digital serta technical services.
MIHAS sebagai Platform Memperluas Kemitraan
Dalam kesempatan yang sama, Suresh turut memperkenalkan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 sebagai salah satu platform yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk mencari produk, pemasok maupun mitra bisnis dari Malaysia.
MIHAS 2026 dijadwalkan berlangsung, pada 23–26 September 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur).
Memasuki edisi ke-22, MIHAS tahun ini mengusung tema “Shaping Trust, Driving Resilience” dengan cakupan sektor yang luas, antara lain makanan dan minuman, farmasi, personal care, fashion, machinery and equipment, logistik, packaging, ICT serta Islamic financial services.
Melalui International Sourcing Programme (INSP), MIHAS juga menyediakan kesempatan bagi pembeli internasional untuk bertemu langsung dengan perusahaan Malaysia melalui agenda business matching.
Platform ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk melakukan sourcing, menjajaki pemasok baru, serta membangun hubungan bisnis secara langsung.
Bagi Mr. Suresh, penguatan konektivitas perdagangan dan pemanfaatan platform bisnis seperti MIHAS merupakan bagian dari upaya memperdalam hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia.
Bagi Sumatera Utara, peningkatan konektivitas antara pelabuhan-pelabuhan di kedua sisi Selat Malaka juga berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari efisiensi perdagangan dan penurunan biaya logistik hingga terbukanya peluang investasi baru.
Dalam perspektif kawasan, konektivitas tersebut turut mendukung integrasi ekonomi yang menghubungkan Sumatera, Semenanjung Malaysia dan Thailand Selatan melalui kerangka kerja sama IMT-GT.
Informasi mengenai MIHAS 2026 dapat diperoleh melalui situs resmi MIHAS https://www.mihas.com.my/ atau dengan menghubungi MATRADE Medan di Jalan Diponegoro No. 43 melalui email medan@matrade.gov.my.
(hrp)
Comments