Telunjuk Lurus, Kelingking Berkait
PERIBAHASA "Telunjuk lurus kelingking berkait" adalah ungkapan Indonesia yang berarti tidak jujur, atau lain di mulut lain pula di hati.
Peribahasa ini menyindir orang yang kelihatan baik atau jujur dari luar, tetapi sebenarnya mempunyai niat dan maksud tersembunyi yang licik.
Ungkapan ini berasal dari terjemahan pepatah Minangkabau, yaitu "tunjuak luruih kalingkiang bakaik".
Jari telunjuk yang lurus menyimbolkan sikap atau ucapan yang tampak benar dan jujur, sedangkan jari kelingking yang berkait melambangkan maksud jahat atau tipu muslihat yang tersembunyi di baliknya.
Peribahasa yang sepadan "Pepat di luar, rancung di dalam" (kelihatan baik atau lurus di luar, tetapi jahat di dalam). "Geleng bukan, angguk ia." (*)
Comments