Boyong Keranda Mayat, GEMPPAR Demo di Kantor Kejari Asahan
KISARAN
suluhsumatera : Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Rakyat (GEMPPAR) Asahan unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, Rabu (21/10/2026).
Sambil membawa replika keranda mayat, mereka meminta Kasi Pidsus Kejari Asahan mundur dari jabatan, karena dinilai lemah dalam penindakan dugaan korupsi.
"Kami datang ke kantor ini meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Asahan untuk mencopot Kepala Seksi Pidana Khusus," ungkap Ketua GEMPPAR Asahan, Raihan R. Panjaitan dalam orasinya.
Ia beralasan, desakan itu didasarkan pada banyaknya laporan kasus dugaan korupsi yang dilaporkan oleh aktivis mahasiswa, LSM dan penggiat anti korupsi. Namun, sebutnya, semua laporan tersebut diduga banyak yang tidak ditindaklanjuti.
Setelah beberapa lama orasi secara bergantian, mereka diterima oleh Kasi Pidsus, Candra Syahputra, SH didampingi Kasi Intel, Fahri SH, MH.
Dalam jawabannya, Kasi Pidsus mengaku sudah bekerja untuk melakukan penindakan hukum bagi pelaku korupsi yang ada di Kab. Asahan.
"Kami sudah banyak menjebloskan para pelaku korupsi mulai dari pegawai bank dan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Asahan," tegas Candra.
"Kalau terkait laporan adik-adik GEMPPAR tetang dugaan korupsi pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, kami masih melakukan pemeriksaan yang mendalam. Kita tidak sembarangan melakukan penyidikan dan penyelidikan. Semuanya pakai prosedur," kata Candra.
(hendri)

Comments