--> Momen Polisi Berlutut Pada Dukung Demonstran yang Protes Kematian George Floyd di AS | suluh sumatera

Momen Polisi Berlutut Pada Dukung Demonstran yang Protes Kematian George Floyd di AS

Bagikan:

Sejumlah polisi New York berlutut bersama para demonstran, sebagai bentuk dukungan atas protes kematian George Floyd.

Polisi di Santa Cruz berlutut di tengah demonstran, sebagai bentuk dukungan atas protes kematian George Floyd. Foto ini diunggah Twitter @SantaCruzPolice pada Minggu (31/5/2020).(Twitter @SantaCruzPolice)
Polisi di Santa Cruz berlutut di tengah demonstran, sebagai bentuk dukungan atas protes kematian George Floyd. Foto ini diunggah Twitter @SantaCruzPolice pada Minggu (31/5/2020).(Twitter @SantaCruzPolice)

suluhsumatera - Sejumlah polisi New York berlutut bersama para demonstran, sebagai bentuk dukungan atas protes kematian George Floyd.

Di tengah aksi unjuk rasa dan kerusuhan yang melanda Amerika Serikat (AS), aksi polisi berlutut ini menjadi perhatian tersendiri.

Dilansir dari CNN, aksi berlutut ini diawali oleh para demonstran dan diikuti para polisi juga.

Sontak aksi berlutut polisi New York ini diapresiasi positif oleh demonstran.

Aleeia Abraham yang mengabadikan momen ini dalam rekaman video mengaku terkejut dan berkata, "Aku belum pernah melihatnya."

Kemudian saat polisi berlutut, seorang pengunjuk rasa menyebutkan nama-nama orang kulit hitam lain yang juga tewas, termasuk Travyon Martin dan Ahmaud Arbery.

Bahkan ketika kerusuhan terus merebak selama berhari-hari, aksi berlutut juga muncul di lokasi lain.

Di Florida pada Sabtu (30/5/2020), beberapa polisi dari berbagai divisi berlutut bersama demonstran dalam doa di depan Balai Kota Coral Gables.

Lalu di Michigan, Sheriff Genesee County Chris Swanson berjalan bersama para demonstran dan meneriakkan "berjalanlah bersama kami!"

"Ayo, ayo," kata Swanson di kerumunan seraya melanjutkan, "Di mana kamu ingin berjalan? Kami akan ikut berjalan sepanjang malam."

Aksi protes di New York itu melibatkan ratusan orang dan berlangsung damai, kata Abraham dikutip dari CNN.

Abraham yang mengelola sebuah organisasi bernama The BlaQue Resource Network di Queens mengatakan, dia belum pernah melihat polisi melakukan itu selama bertahun-tahun, bahkan di demonstrasi lainnya yang ditayangkan televisi.

"Itu bagus, itu pertanda baik, tapi yang sebenarnya kita cari adalah tindakan," ucapnya.

"Aku lebih terkesan jika kita tidak diinjak dan ditembak mati. Itulah yang kuinginkan."

KOMENTAR