--> BKKBN Sumut Sosialisasikan 1.000 Hari Kehidupan dan Penurunan Stunting di Ujung Batu Paluta | suluh sumatera

BKKBN Sumut Sosialisasikan 1.000 Hari Kehidupan dan Penurunan Stunting di Ujung Batu Paluta

Bagikan:

BKKBN Sumut Sosialisasikan 1.000 Hari Kehidupan dan Penurunan Stunting di Ujung Batu Paluta


UJUNG BATU


suluhsumatera : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melakukan Sosialisasi tentang Materi dan Media Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) 1.000 Hari Kehidupan dalam Rangka Penurunan Stunting melalui kelompok BKD di Desa Huta Raja, Kec. Ujung Batu, Kab. Padang Lawas Utara (Paluta), Senin (20/07/2020).


Lembaga non kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden tersebut menekankan akan pentingnya mengasuh anak yang baik dan benar, dari usia nol sampai dua tahun atau 1.000 hari kehidupan, untuk mencegah stunting ditengah masyarakat.


BKKBN Sumut diwakili Rugun Ulina Simarmata, SSos didampingi Dinas DPPKBP3A Kab. Paluta, Salamah Pulungan mengatakan, ada 19 kementerian dan kelembagaan yang membawa peran masing-masing dalam penanganan stunting.


Dikatakan, BKKBN mengambil peran dalam penanganan pola asuh. Menurutnya, pola asuh yang baik dan benar diterapkan sejak ibu hamil hingga usia dua tahun anak lahir.


Disebutkan, saat tersebut adalah masa usia emas dalam perkembangan otak dan fisik anak. Menurutnya, peran suami sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak dibawah usia dua tahun.


Selain itu katanya, pemberian makanan  dengan gizi seimbang turut membantu perkembanga anak. Menurutnya, perhatian dan kasih sayang akan mempengaruhi kehidupan anak dimasa yang akan datang.


"1.000 hari pertama adalah masa keemasan seorang anak, 90 persen perkembangan otak anak terbentuk dimasa ini," ungkap Ulina Simarmata.


Dikatakan, pola asuh yang baik dan benar dan pemberian gizi seimbang serta perhatian juga kasih sayang dari kedua orang tua salah satu upaya pencegahan stunting. 


Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Huta Raja, Sarman Lubis mengatakan, saat ini ada enam orang stunting dan satu orang penderita gizi buruk di desanya.


Disebutkan, hal tersebut berdasarkan laporan dari bidan desa, diharapkannya dukungan dari masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menangani masalah stunting di desanya. 


Dia pun mengimbau kepada ibu rumah tangga yang bergabung dalam Kelompok Bina Keluarga yang mengikuti kegiatan, diharapkan nantinya dapat menyebarluaskan kepada masyarakat lainnya. 


"Sebagai Kepala Desa, saya harus memastikan kedepannya tidak ada lagi masyarakat tetdampak stunting maupun gizi buruk. Saya harapkan kerja sama kepada Puskesmas, Bidan Desa dan Petugas Lapangan KB untuk fokus dalam penanganan dan pencegahan stunting ini," tutupnya. 


Turut dalam kegiatan tersebut, Dinas DPPKBP3A Kab. Paluta, UPTD KB kec. Ujung Batu, Bidan Desa, Sekdes, dan BPD. (raja)

KOMENTAR