--> Dua Jenderal Dicopot Terkait Kasus Djoko Tjandra, Berikut Profilnya Irjen Napoleon dan Brigjen Nugroho | suluh sumatera

Dua Jenderal Dicopot Terkait Kasus Djoko Tjandra, Berikut Profilnya Irjen Napoleon dan Brigjen Nugroho

Bagikan:

Keduanya dimutasi lantaran diduga melanggar kode etik terkait red notice buronan Djoko Tjandra

Irjenpol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Nugroho S. Wibowo
Suluhsumatera - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengeluarkan surat telegram rahasia (TR) berisi rotasi jabatan. Dalam TR tersebut, dua Jenderal yang bertugas di Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dimutasi. Keduanya yakni Kadivhubinter Polri, Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Pol Nugroho Slamet Wibowo.

Surat TR bernomor ST/2076/VII/KEP/2020 ditandatangani oleh As SDM Polri, Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan, Jumat, 17 Juli 2020.

Keduanya dimutasi lantaran diduga melanggar kode etik terkait red notice buronan Djoko Tjandra. Adapun keduanya dinilai melanggar kode etik lantaran lalai dalam pengawasan staf.

“Pelanggaran kode etik maka dimutasi. Kelalaian dalam pengawasan staf,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, Jumat, 17 Juli 2020.

Seperti yang dilaporkan VIVA.co.id, Irjen Pol Napoleon merupakan perwira tinggi kelahiran 26 November 1965. Ia memulai karier di kepolisian dengan lolos Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 dan berpengalaman di bidang reserse. Sejumlah jabatan strategis sempat diembannya.

Pada tahun 2006, Napoleon pernah menjabat sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu Polda Sumsel (2006). Kemudian tahun 2008, ia menjabat sebagai Wadir Reskrim Polda Sumsel. Pada tahun 2009, ia ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum.

Tahun 2011, jenderal bintang dua ini pun berdinas di Mabes Polri atau tepatnya menjabat sebagai Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri dan Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri pada tahun 2012. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Kabag Bindik Dit Akademik Akpol pada tahun 2015.

Mulai tahun 2016, Napoleon berdinas di Divisi Hubungan Internasional. Tercatat tiga posisi ia sudah duduki di divisi ini. Tahun 2016, ia menjabat sebagai Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri. Tahun 2017 menjabat sebagai Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri. Terakhir, tahun 2020, ia menjabat sebagai Kadiv Hubinter Polri sebelum dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri. Posisi Kadivhubinter Polri akan dijabat oleh Brigjen Pol Johanis Asadoma yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Nusa Tenggara Timur.

Sementara Brigjen Nugroho Slamet Wibowo lahir pada 11 Oktober 1969 di Jakarta. Ia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988. Tak banyak data mengenai perjalanan karier jenderal bintang satu ini.

Brigjen Nugroho Slamet Wibowo menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divisi Hubinter Polri lewat rotasi yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Idham Azis pada 3 Februari lalu. Rotasi itu tertuang dalam surat telegram No ST/385/II/KEP./2020.

Sebelum menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol, ia menduduki jabatan sebagai Kadiklat Susjatras Lemdiklat Polri. Dengan jabatan Kadiklat Susjatras Lemdiklat Polri itu, ia mendapat kenaikan Brigjen oleh Kapolri saat itu, Jenderal Tito Karnavian pada 7 September 2018.

Sebelum menjabat sebagai Kadiklat Susjatras Lemdiklat Polri, Brigjen Nugroho Slamet Wibowo juga pernah menjabat sebagai Karo SDM Polda Jatim terhitung sejak 6 Desember 2016. Sebelum menjadi Karo SDM Polda Jatim, ia menjabat sebagai Karo SDM Polda Sumut.

KOMENTAR