--> Tiga Hari Tidak Pulang, Yuliana Warga Asahan Diduga Dibawa Kabur OTK | suluh sumatera

Tiga Hari Tidak Pulang, Yuliana Warga Asahan Diduga Dibawa Kabur OTK

Bagikan:

Tiga Hari Tidak Pulang, Yuliana Warga Asahan Diduga Dibawa Kabur OTK


ASAHAN


suluhsumatera : Seorang gadis belia berusia 16 tahun hilang dan belum pulang selama tiga hari, diduga telah dibawa kabur Orang Tidak Kenal (OTK).


Wanita bernama Yulina warga Lingkungan V, Kel. Binjai Serbangan, Kec. Air Joman, Kab. Asahan, raib begitu saja tanpa ada kabar.


Informasi yang diterima dari ibu korban, Rina, 38 sebelumnya, keberadaan korban sempat terekam CCTV SPBU di kawasan Air Joman. 


Korban diduga pergi bersama seorang laki-laki paruh baya dengan menumpangi becak bermotor, pada Rabu (22/07/2020) sekira pukul 09.00 WIB.


Dari rekaman CCTV tersebut, Yulina sempat menyerahkan Ponsel android beserta charger miliknya kepada sang pria yang mengenakan topi hitam, kaos atau kemeja lengan panjang warna abu-abu, dan celana panjang warna hitam itu.


Rekaman CCTV itu diminta oleh orangtua Yulina, lantaran sejumlah orang sempat melihat keberadaan anaknya sebelum dinyatakan hilang hingga saat ini.


"Ada kawan Saya yang nampak dia jalan di kantor pos, ada juga yang nampak anak saya jalan ke arah SPBU. Siap itu lah kami minta rekaman SPBU. Dari rekaman saya lihat, Hp-nya diambil, cok hapenya diambil. Ironisnya, kok anaka saya nurut saja diambil semua oleh pria itu barang-barangnya. Itu yang jadi pertanyaan saya. Ada apa dia sama anak saya," ujarnya, Jumat (24/07/2020).


Dikatakan Rina, anaknya yang hampir setahun belakangan ini tinggal bersama neneknya pergi tanpa pamit. 


Yulina yang hanya tamatan SD, menemani sang nenek yang kini tinggal seorang diri di kawasan Lingkungan VII, Kel. Binjai Serbangan, Kec. Air Joman.


Rina baru mengetahui anaknya hilang setelah berkunjung ke rumah orangtuanya, pada sore hari.


"Yuliana pergi itu pagi, saya nggak tahu. Rumah saya di sini, dia tinggal sama neneknya. Neneknya kan jadi janda, jadi dia di tempat neneknya, kawani neneknya, bantu-bantu. Sementara neneknya lagi di belakang, di pergi. Nggak ngabari neneknya kalau dia pergi jalan," terang ibu empat anak ini.


Setelah melihat CCTV itu, Rina mengaku tidak mengenal sama sekali siapa sosok pria yang membawa anaknya pergi dengan menumpangi becak.


Apalagi kata dia, hingga kini tidak ada sama sekali komunikasi yang menyatakan keberadaan putrinya itu.


Kini pihak keluarga telah melaporkan peristiwa yang dialami anaknya ke Unit PPA Polres Asahan. 


Rina dan keluarga berharap anaknya dapat segera kembali.


"Dia itu nggak tahu kemana-mana. Kalau nggak sama adeknya, dia nggak kemana-mana. Ini kok tiba-tiba dia sudah sampai sana (SPBU)," jelas Rina sembari meneteskan air mata. (hendri)

KOMENTAR