--> Bantu Warga Ditengah Pandemi Covid-19, Pemko Pekanbaru Diskon PBB Hingga 100 Persen | suluh sumatera

Bantu Warga Ditengah Pandemi Covid-19, Pemko Pekanbaru Diskon PBB Hingga 100 Persen

Bagikan:

Bantu Warga Ditengah Pandemi Covid-19, Pemko Pekanbaru Diskon PBB Hingga 100 Persen

Ilustrasi membayar PBB. Foto: internet.

PEKANBARU

suluhsumatera : Untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19, Pemko Pekanbaru memberikan keringanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 30 September 2020.

Stimulus untuk PBB Kota Pekanbaru tahun ini khusus pajak buku satu atau pajak di kisaran angka Rp100 ribu dengan dilakukan penghapusan hingga 100 persen.

Penghapusan PBB untuk buku satu ini bertujuan memberikan keringanan kepada Wajib Pajak (WP) di tengah pandemi Covid-19.

"Ini program stimulus pajak bagi masyarakat ditengah Covid-19," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin di Pekanbaru, Senin (24/08/2020), seperti dilansir dari laman Antara.

Sementara untuk buku dua atau besaran pajak Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, Pemko Pekanbaru juga memberikan diskon pembayaran 50 persen.

"Jadi, untuk buku satu diberikan gratis 100 persen, sedangkan buku dua diberikan diskon sampai 50 persen," katanya.

Selain itu, ada juga keringanan kepada pelaku usaha Pekanbaru dengan memberikan relaksasi pajak dengan pembebasan penghapusan sanksi administratif pajak dalam masa penanganan Covid-19 bagi pajak hotel dan pajak restoran.

Relaksasi yang kedua yakni menghapus seluruh denda pajak, hal tersebut berlaku untuk seluruh pelaku usaha di Kota Pekanbaru di mana pajak dibayarkan paling lambat sebelum 14 Juli 2020 lalu.

Ketiga yaitu penundaan pajak juga berlaku umum untuk restoran yang terdampak pandemi Covid-19 pada Maret, April, dan Mei, yang merupakan usaha kecil.

Terakhir ada angsuran pajak untuk pelaku usaha, misalnya pajak tempat usaha dengan total Rp10 juta. 

Dengan adanya relaksasi tersebut maka pelaku usaha bisa mengangsur dalam pembayarannya namun tidak boleh melewati tahun 2020.

Stimulus ini tidak berlaku setelah masa keringanan berakhir, pembayaran pajak daerah kembali normal setelah September 2020 mendatang.

"Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan stimulus ini," katanya. (*)

KOMENTAR