--> Aksi Heroik Penumpang Gagalkan Pelaku Terort yang Nekat Terobos Kokpit Pesawat | suluh sumatera

Aksi Heroik Penumpang Gagalkan Pelaku Terort yang Nekat Terobos Kokpit Pesawat

Bagikan:

Pria tersebut mengancam seisi pesawat. Dia mengaku punya bom.


Suluhsumatera -
Keributan terjadi di pesawat Korean Air. Gara-garanya ada turis nekat yang mau masuk ke kokpit. Beruntung, aksi itu digagalkan oleh penumpang lainnya.

Gene Parente sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di San Diego, Amerika Serikat. Dia naik penerbangan Korean Air dengan rute Seoul ke Seattle. Saat itu, penerbangan yang dinaiki Gene adem ayem saja.

Tidak terlihat tanda-tanda akan ada peristiwa nyaris fatal yang terjadi. Sampai ketika, ada seorang penumpang yang ingin menyerbu masuk ke kokpit pesawat. Penumpang tersebut diketahui bernama Lee Gyeong Ji.

Pria tersebut mengancam seisi pesawat. Dia mengaku punya bom.

Dia ingin masuk ke kokpit pesawat dan meminta sang pilot untuk membelokkan pesawat ke Vancouver, Kanada. Alasannya sepele, karena Gyeong Jei belum pernah pergi ke kota tersebut.

Gene yang sedang tertidur di kelas bisnis pun terbangun setelah mendengar ribut-ribut tersebut. Gene pun menyaksikan adegan dimana Gyeong Jei berhadapan dengan beberapa kru kabin yang bertugas menghalangi dia masuk ke kokpit.

Akhirnya Gene pun melakukan intervensi. Dia dan Gyeong Jei saling dorong, dan kemudian bergelut di lantai kabin pesawat. Saat adegan pergumulan itu terjadi, barulah seorang pramugara mengeluarkan alat setrum dan menyetrum Gyeong Jei.

Gene dan 2 pilot cadangan pun menahan si Gyeong Jei di lantai, sambil mengikat tangannya dengan ikatan kabel. Akhirnya perlawanan Gyeong Jei berakhir sudah. Tangannya diikat sampai pesawat mendarat.

"Itu hanya ribut-ribut biasa. Pramugara dan 2 kapten pilot Korean Air juga bertindak heroik," kata Gene seperti dikutip Suluhsumatera dari The New York Post, Senin (12/10/2020).

Setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Seattle-Tacoma, Gyeong Jei langsung dibawa oleh FBI. Dia akan dituntut dengan tuduhan aksi terorisme dan tindak kekerasan di pesawat.

Menanggapi insiden ini, juru bicara Korean Air menyatakan bahwa kru kabin mereka sudah mendapatkan pelatihan khusus untuk menghadapi keadaan darurat seperti itu, keadaan yang bisa saja dilakukan turis nekat kapanpun.

"Semua kru kami mendapat pelatihan keamanan dan keselamatan sepanjang tahun, termasuk menghadapi penumpang berulah dengan alat taser listrik. Kami mempercayai kru kami bisa mengatasi hal itu. Bagaimana pun juga, penumpang berulah adalah isu bersama yang harus diatasi oleh otoritas bandara dan penegak hukum setempat," kata juru bicara itu.


KOMENTAR