--> Di Balik Sosok Satrio Ngaku 'Saya Kafir' Coret Musholla Darussalam, Dulunya Rajin Sholat | suluh sumatera

Di Balik Sosok Satrio Ngaku 'Saya Kafir' Coret Musholla Darussalam, Dulunya Rajin Sholat

Bagikan:

Ferhat bercerita, jauh sebelum aksi vandalisme ini terjadi, Satrio pernah membuat geger warga setempat


Suluhsumatera -
Para tetangga yang tinggal di dekat rumah pelaku pencoret "Saya Kafir" Musala Darussalam, mengenal pribadi Satrio Katon Nugroho sebagai sosok yang tertutup setahun belakangan terakhir. Padahal Satrio ini dikenal sebagai pemuda yang rajin sholat.

Melansir Suara.com, hal itu diceritakan Staf Desa Kuta Jaya, Ferhat, saat ditemui di kantornya. Untuk diketahui, Musala Darussalam ini ada di Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang

"Kalau melihat anak ini memang dia belajar agama terlalu tinggi. Jadi kelakuannya memang seperti itu," kata Ferhat, Rabu (30/9/2020).

Ferhat bercerita, jauh sebelum aksi vandalisme ini terjadi, Satrio pernah membuat geger warga setempat. Pemuda 18 tahun itu yang baru saja menamatkan sekolah SMA tersebut pernah menghajar seseorang yang tidak dikenal lantaran hanya berbeda keyakinan dengannya.

"Iyah, dia dulu sempat mukulin orang, makanya dia ke mana-mana didampingi terus sama orang tuanya. Dia selalu dikawal karena takut berbuat aneh-aneh," ujarnya.

Informasi yang dihimpun, Satrio hampir setahun kebelakang mengalami perubahan mental yang signifikan. Sebelumnya, satrio rajin beribadah lima waktu dan puasa Senin dan Kamis.

Namun hampir 3 bulan ke belakang sudah jarang melaksanakan kegiatan salat berjamaah di Musala Darussalam.

Diberitakan sebelumnya, warga mendadak heboh, setelah sebuah musala di Perum Villa Tangerang Elok, RT 05/08 dipenuhi coretan bernada provokatif, Selasa, 29 September 2020.

Sejumlah coretan di tembok musala di antaranya berisi tulisan ‘Saya Kafir’, ‘Anti Islam’, hingga ‘Saya Anti Khilafah’.

Tulisan itu, pertama kali dilihat warga pada sekitar pukul 15.00 WIB saat hendak menjalankan salat Ashar berjamaah.

KOMENTAR