--> Empat Hari Hanyut di Sungai Silau Asahan, Duda Empat Anak Ditemukan Meninggal | suluh sumatera

Empat Hari Hanyut di Sungai Silau Asahan, Duda Empat Anak Ditemukan Meninggal

Bagikan:

Empat Hari Hanyut di Sungai Silau Asahan, Duda Empat Anak Ditemukan Meninggal


KISARAN

suluhsumatera : Davitri Mandai, 40 warga Jalan Sisingamaraja, Gang Serumpun, Kec. Kota Kisaran Timur, Kab. Asahan, ditemukan meninggal dunia, Sabtu (24/10/2020), setelah empat hari hanyut di Sungai Silau.


Mayat Davitri ditemukan mengapung oleh warga yang sedang mandi di aliran sungai tersebut, sekira pukul 08:30 WIB.


Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, awalnya jasad korban terlihat mengapung di pinggiran aliran Sungai Silau, sekitar titik lokasi Lingkungan I, Kel. Kisaran Naga.


Namun, saat akan didekati warga sekitar, mayat korban kembali hanyut dibawa arus sungai yang sedang naik pasang. 


Melihat hal itu, warga yang tidak berani bertindak langsung menghubungi pihak keluarga dan Tim SAR serta BPBD Asahan.


Sesampainya pihak keluarga ke lokasi, rupanya jenazah duda empat anak itu sudah semakin jauh diseret air hingga 5 Km dari lokasi ditemukan semula.


Melihat mayat korban menjauh dibawa derasnya arus sungai, pihak keluarga Adha Khairudin dan Isnan yang datang sengaja membawa ban pelampung kelokasi, langsung turun melakukan pengejaran terhadap mayat yang mengapung itu.


Untung saja, saat melewati pinggiran gudang kaca, jasad korban tersangkut pada batang kayu yang mengapung.


Selanjutnya pihak keluarga dibantu masyarakat langsung mengevakuasi mayat korban, dengan cara bersama-sama menaikan ke darat.


Setelah mayat korban dinaikan ke darat, barulah Tim SAR  dan BPBD datang ke lokasi penemuan. Oleh Tim SAR dan BPBD, mayat korban langsung dibungkus dan dibawa ke rumah duka.


"Untung lah mayatnya tersangkut di dekat kayu yang mengapung. Kalau tidak, mungkin mayat abang kami sudah terus jauh terbawa air," ujar Adha Khairudin.


Terpisah, perugas Pos Sar Asahan-Tanjungbalai, Frawiro Manulllang yang didampingi Kasi BPBD Asahan, Zulfahri Harahap mengaku, setelah tiga hari melakukan pencarian baru pada hari keempat menemukan mayat korban.


"Mayat korban sudah ditemukan oleh keluarga. Jadi pencarian kami hentikan, setelah sebelumnya mayat kami antarkan ke rumah duka," ujar Frawiro. (dri)

KOMENTAR