--> Reses di Solo, Anggota DPR, Eva Yuliana Kunjungi Usaha Mantan Napiter | suluh sumatera

Reses di Solo, Anggota DPR, Eva Yuliana Kunjungi Usaha Mantan Napiter

Bagikan:

Reses di Solo, Anggota DPR, Eva Yuliana Kunjungi Usaha Mantan Napiter

Eva Yuliana, MSi, Anggota DPR RI Komisi III. Foto: suluhsumatera/istimewa.

SOLO


suluhsumatera : Anggota DPR RI Komisi III, Eva Yuliana, MSi Reses Silaturahmi Kebangsaan di Kota Solo. 


Kegiatan ini ia gelar bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pada hari keduanya, Rabu (21/10/2020), mengunjungi tempat usaha para anggota Yayasan Gema Salam.


Melalui kegiatan ini, Eva Yuliana bermaksud mengecek langsung kondisi usaha para Mantan Narapidana Teroris (Napiter) yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam, demi semakin mempererat tali silaturahmi dengan para anggota yayasan tersebut.


Melalui siaran pers, Rabu (21/10/2020), Eva Yuliana mengatakan, supot dan apresiasinya tidak cukup hanya dengan memberi bantuan mesin atau peralatan usaha. 


"Tak kalah penting, supot mental kepada sedulur yayasan dengan berkunjung ke tempat usaha atau rumah mereka juga harus saya lakukan. Ukuran kembali ke masyarakat bisa kita alami dan rasakan bersama di sana nanti. Bukan hanya terlaporkan, atau terdata saja," ungkapnya.


"Hari kedua reses saya ini berkunjung ke usaha soto punyanya pak Jack Harun di Sukoharjo. Lanjut ke warung angkringannya pak Ari Budi di Sukoharjo. Terakhir nanti ke kolam budidaya lele milik pak Paimin di Sragen. Asik sekali berinteraksi langsung dengan usaha mereka," kata Eva.


Menurutnya, siapapun warga negara, dengan segala latar belakang dan dinamika hidupnya, wajib berjuang bersama mengisi serta mencintai bangsa ini dengan peran dan kerja masing-masing. 


Eva sangat mengapresiasi kegiatan dan program pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan Gema Salam. 


Eva, wakil rakyat di legislator pusat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah, juga mengatakan, semoga silaturahmi dengan sedulur-sedulur anggota Yayasan Gema Salam saat ini bisa terus mengikis stigma-stigma yang ada. 


"Bisa jadi, stigma dan suuzan yang ada hanya disebabkan kurangnya silaturahmi dan komunikasi saja," imbuhnya.


Eva pun menegaskan, lepas dari stigma dan apapun rumusan yang ada, saatnya sekarang dan seterusnya membangun dan bekerja keras mengisi pembangunan bangsa Indonesia. 


"Sekali lagi, dengan segala peran dan kerja masing-masing. Salah satunya, pembangunan dan pemberdayaan bidang ekonomi," tandasnya. (fad/ril)

KOMENTAR