--> Adukan Nasib, Pengurus dan Anggota KUD SMM I Torgamba Unjuk Rasa di DPRD Labusel | suluh sumatera

Adukan Nasib, Pengurus dan Anggota KUD SMM I Torgamba Unjuk Rasa di DPRD Labusel

Bagikan:

Adukan Nasib, Pengurus dan Anggota KUD SMM I Torgamba Unjuk Rasa di DPRD Labusel

Massa KUD SMM I Torgamba unjuk rasa di Kantor DPRD Labusel, Rabu (18/11/2020). Foto: suluhsumatera/sya.

KOTAPINANG


suluhsumatera : Puluhan massa pengurus dan anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Sawit Makmur Mandiri I (SMM I) Torgamba unjuk rasa di Kantor DPRD Labusel, Jalinsum Basilam Baru, Desa Sosopan, Kec. Kotapinang, Rabu (18/11/2020).


Mereka mengadukan nasib terkait pemasangan portal di seluruh jalur yang merupakan akses produksi hasil pertanian kelapa sawit peserta koperasi.


Budiman Aritonang alias Marunggeng, Ketua KUD SMM I hasil Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang digelar di Aula Kantor Desa Asam Jawa, pada 8 Oktober 2020 lalu bersama Rasid Hilmi Tanjung dan Ginda Hasibuan yang memimpin unjuk rasa tersebut mengatakan, ditutupnya akses jalan di lokasi kebun KUD membuat peserta kesulitan mengeluarkan hasil produksi. 


Akibatnya kata mereka, para peserta merugi, karena Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tidak dapat dijual.


"Kami minta agar palang-palang tersebut dibuka, sehingga peserta dapat mengeluarkan hasil produksinya," ungkap Marunggeng.


Permasalahan lain yang diutarakan pengunjukrasa terkait keuangan KUD SMM I selama ini. 


Mereka pun mempertanyakan, simpanan peserta di bank yang tidak jelas keberadaannya. 


"Kami berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan," imbuhnya.


Aksi tersebut akhirnya diterima oleh Sekretaris DPRD Labusel, Ismail Sawito, karena tidak ada satupun anggota dewan di tempat. 


Ismail mengaku sudah mengkoordinasikan kepada pimpinan dan anggota dewan untuk menerima aksi itu, namun seluruhnya sedang tidak berada di tempat. 


"Aspirasi ini akan saya tampung dan akan disampaikan kepada DPRD agar permasalahan ini dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Saya akan upayakan agar selambatnya, Senin ini RDP dapat dilakukan. Kita akan undang seluruh pihak-pihak terkait dalam masalah ini," katanya.


Meskipun kecewa dengan sikap DPRD tersebut, namun massa akhirnya bersedia menunggu dijadwalkannya RDP. 


Mereka berharap agar pihak-pihak yang terkait hadir dalam RDP tersebut, sehingga dapat diambil keputusan.(*/sya)

KOMENTAR