--> Antisipasi Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada, Polres Rokan Hilir Kerahkan Personel Galar Patroli | suluh sumatera

Antisipasi Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada, Polres Rokan Hilir Kerahkan Personel Galar Patroli

Bagikan:

Antisipasi Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada, Polres Rokan Hilir Kerahkan Personel Galar Patroli


ROKAN HILIR


suluhsumatera : Menghadapi penerapan new normal di tengah masa pandemi Covid-19 dan  menyambut pesta demokrasi Pilkada Serentak di wilayah hukum Polres Rokan Hilir serta sosialisasi protokol kesehatan, Shabara Polres Rokan Hilir kerahkan personel untuk melakukan patroli, Selasa (03/11/2020).


Patroli yang dilaksanakan personel Shabara menggunakan sarana R4 (roda empat) melakukan monitoring ke wilayah-wilayah yang diduga rawan terjadinya tindak kejahatan, baik kejahatan jalanan ataupun gangguan Kamtibmas lainnya serta bersosialisasi Peraturan Bupati Rohil No. 52 tahun 2020 juga pendisiplinan terhadap pelanggar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.


Kali ini wilayah yang menjadi sasaran patroli yaitu, Pekan Selasa Jumrah Kec. Rimba Melintang, Masjid LDII Kec. Batu Hampar, Pondok Pesantren Imam An Nawawi, Kel. Rimba Melintang.


Kapolres Rohil, AKBP. Nurhadi Ismanto, SIK, SH melalui Kasubbag Humas AKP. Juliandi, SH menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program prioritas Kapolri tentang pemantapan Harkamtibmas serta wujud dukungan terhadap kebijakan pemerintah.


"Patroli ini sebagai wujud nyata hadirnya Polri di tengah-tengah masyarakat sebagai pengemban fungsi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus penegak hukum, guna mengantisipasi adanya tindak kejahatan atau gangguan Kamtibmas lainnya, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat dalam menghadapi new normal, untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, selalu mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid-19," ujarnya.


"Sasaran patroli kali ini yakni, pelaku kriminal, preman atau kejahatan jalanan, tempat-tempat rawan gangguan Kamtibmas, orang yang tidak menggunakan masker dan yang  berkerumun, kegiatan masyarakat, obyek tertentu, orang atau kelompok intoleran, anti Pancasila dan radikal," pungkas Juliandi. (yan)

KOMENTAR